Faspay Blog

Cari tahu tentang tips bisnis online, teknologi pembayaran,
pemasaran digital, dan segala yang ingin diketahui tentang Faspay

Faktur Penjualan: Pengertian, Komponen, Jenis, dan Contohnya

Ketika membeli barang dari toko atau swalayan, Anda akan menerima struk dengan rincian pembelian dan pengeluaran yang telah dilakukan. Struk dari transaksi jual beli tersebut merupakan contoh dari faktur penjualan.

Faktur atau invoice terdiri dari berbagai jenis dan memiliki komponen yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan bisnis. Salah satu faktur yang umumnya ditemukan dalam kegiatan ekonomi adalah faktur penjualan. Mengingat banyaknya transaksi jual beli saat ini cenderung dilakukan secara online, faktur atau invoice pun bisa ditemukan dalam bentuk digital.

Invoice penjualan online dapat memudahkan manajemen bisnis dengan menyediakan jejak rekam audit yang lengkap. Adanya invoice atau faktur membuat bisnis terlihat lebih kredibel dan profesional di mata pelanggan. 

Lantas, apa saja komponen dan jenis-jenis faktur penjualan yang perlu diketahui oleh pelaku usaha? Mari simak selengkapnya pada pembahasan di bawah ini.

Apa itu Faktur Penjualan?

Faktur penjualan adalah dokumen yang menjadi bukti atau tagihan yang diberikan kepada pembeli atas transaksi yang sedang terjadi. Penyerahan faktur bisa terjadi setelah transaksi selesai ataupun ketika transaksi sedang dilakukan.

Dalam aktivitas sehari-hari, invoice penjualan lebih dikenal sebagai struk. Biasanya, jenis faktur ini sering ditemui ketika terjadi pembelian barang di swalayan atau toko besar. Selain itu, struk juga diberikan ketika pembeli menyelesaikan transaksi setelah selesai menggunakan jasa, seperti pengetikan, binatu, pengiriman barang, dan lain sebagainya.

Di dalam invoice penjualan, terdapat rincian pembelian beserta harga barang yang dapat digunakan sebagai bukti apabila terjadi kerusakan atau defect pada produk. Selain berguna untuk pembeli, faktur atau invoice ini dapat menginformasikan penjual tentang barang yang paling banyak terjual serta nominal PPN yang perlu dibayarkan untuk sektor industri tertentu.

Faktur Penjualan Pengertian, Komponen, Jenis, dan Contohnya

Kegunaan Faktur Penjualan

Dalam penggunaannya, faktur atau invoice penjualan memiliki beberapa kegunaan sebagai berikut:

  • Sebagai bukti tertulis yang berisi rincian kuantitas dan harga barang.
  • Sebagai dokumen tagihan yang perlu dibayar oleh konsumen.
  • Sebagai bukti bahwa bahan yang dipesan sesuai dengan permintaan.
  • Sebagai acuan untuk menyusun laporan keuangan.
  • Sebagai bukti sah pelaporan pajak.
  • Sebagai dasar pengenaan komisi sales.
  • Sebagai dasar penentuan volume produksi.

Komponen Faktur Penjualan

Terdapat beberapa komponen pada faktur atau invoice penjualan. Masing-masing komponen ini menunjukkan identitas dan peran dari pihak terkait dalam transaksi jual beli yang diatur oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Berikut adalah daftar komponennya:

  • Nama, alamat, dan NPWP dari pihak yang menyerahkan barang dikenai pajak.
  • Jenis barang dikenai pajak yang diserahkan.
  • Harga jual yang telah dikenai PPN atau besaran PPN yang dicantumkan terpisah.
  • Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang dikenakan.
  • Kode, nomor seri, dan tanggal pembuatan faktur.

Bila dijabarkan kembali, komponen-komponen yang telah diatur di atas bisa dibuat lebih terperinci menjadi:

  • Identitas perusahaan.
  • Identitas pelanggan.
  • Nomor transaksi.
  • Tanggal transaksi.
  • Rincian transaksi.
  • Nominal yang harus dibayarkan.
  • Nama dan tanda tangan kasir.
  • Nama dan tanda tangan pembeli.
  • Logo perusahaan (opsional).

Baca juga: Peran Online Payment dalam Bisnis Online di Indonesia

Jenis-Jenis Faktur Penjualan

Pada dasarnya, faktur atau invoice penjualan tidak memiliki bentuk baku. Maka dari itu, terdapat lima jenis invoice atau faktur yang umumnya ditemukan pada transaksi jual beli. Berikut masing-masing penjelasannya:

1. Faktur Sederhana

Biasanya berbentuk nota atau struk yang diterima pembeli setelah menyelesaikan transaksi pembayaran secara langsung. Faktur sederhana biasanya tidak memiliki struktur dan komponen yang lengkap. Tanda tangan kasir dan pembeli tidak diperlukan ketika menyelesaikan transaksi pembayaran dalam hal ini.

2. Faktur Penjualan Tunai

Invoice penjualan secara tunai merupakan bukti bahwa pembayaran untuk suatu barang atau jasa telah lunas. Dengan kata lain, faktur ini membuktikan bahwa pembayaran dilakukan dalam satu kali transaksi, sehingga tidak ada lagi tanggungan yang perlu dibayarkan.

3. Faktur Penjualan Kredit

Berkebalikan dengan jenis sebelumnya, faktur penjualan kredit memuat rincian transaksi pembayaran dengan metode angsuran atau cicilan. Maka dari itu, faktur atau invoice yang diberikan bersifat sementara. Jika pembayaran telah dilunasi, maka pembeli akan diberikan faktur baru.

4. Commercial Invoice

Commercial invoice merupakan nota berisi rincian keterangan jual beli barang yang meliputi harga, jumlah, dan nominal pembayaran. Jenis faktur ini disebut juga sebagai faktur konsuler. Umumnya, commercial invoice hanya digunakan pada kegiatan perdagangan antar negara atau ekspor impor. Maka dari itu, dibutuhkan persetujuan atau pengesahan dari perwakilan negara pengimpor, kantor kedutaan besar pengekspor, dan kantor konsuler dalam penggunaan faktur ini.

5. Proforma Invoice

Bukti terjadinya transaksi jual beli bisa diberikan dalam bentuk proforma invoice. Di dalam dokumen ini, terdapat rincian harga, jumlah, dan kondisi barang. Dikenal juga sebagai faktur pengganti sementara, proforma invoice biasanya diberikan di muka atau ketika diminta oleh pelanggan. Barang akan dikirimkan secara bertahap kepada pembeli sehingga faktur khusus ini berfungsi sebagai bukti terjadinya pengiriman dan meningkatkan kepercayaan pelanggan.

Contoh Faktur Penjualan

Berikut adalah beberapa contoh faktur penjualan online yang bisa dikirimkan langsung ke email pelanggan:

contoh faktur penjualan

 

Sumber: Canvas

contoh faktur penjualan

Sumber: Canvas

Itulah pembahasan tentang faktur penjualan yang dapat menjadi referensi untuk pembuatan invoice dalam manajemen toko online Anda.

Faspay Billing untuk Solusi Pembuatan Invoice Online

Jika ingin membuat dan mengelola invoice online, Anda bisa gunakan Faspay Billing. Dengan Faspay Billing, Anda dapat dengan mudah membuat invoice online secara praktis dan mengirimkannya ke pelanggan dengan payment link. 

Faspay Billing juga dapat membantu Anda menerima pembayaran dari 50+ channel online tanpa harus memiliki website atau aplikasi. Jadi pelanggan Anda dapat dengan mudah melakukan pembayaran darimanapun dan kapanpun dengan Faspay Billing.

Tertarik menikmati kemudahan Faspay Billing? Mari daftar menjadi merchant Faspay segera!

Saat ini, Faspay juga sedang memiliki promo menarik nih!

Dengan harga spesial Rp. 3.499/transaksi, Anda bisa terima pembayaran dari 10+ virtual account bank, yaitu  BCA, BRI, Mandiri, BNI, BSI, PermataBank, Maybank, Sinarmas, Danamon, Neo Commerce, dan CIMB Niaga. Tidak hanya itu, Anda juga bisa menikmati keuntungan lainnya, mulai dari gratis Biaya Set Up, gratis Biaya Maintenance, dan juga gratis Social Media Exposure Senilai Jutaan Rupiah. Promo hanya berlaku hingga 29 Februari. Jadi, segera daftarkan bisnis Anda di sini ya!

Baca juga: 4 Alasan Mengapa Bisnis Membutuhkan Sistem Pembayaran Online

Lihat Artikel Lainnya

WhatsApp Image 2020-12-16 at 11.45.51 AM

Tren Perilaku Belanja Online Konsumen Indonesia Selama Tahun 2020

pola-pikir-start-up

Pola Pikir yang Wajib Dimiliki Startup Founder

Batik day

Maknai Warisan Bangsa, Karyawan Faspay Rayakan Hari Batik Nasional 2023

Article Image

3 Manfaat Beralih dari Invoice Manual ke Invoice Online