Faspay Blog

Cari tahu tentang tips bisnis online, teknologi pembayaran,
pemasaran digital, dan segala yang ingin diketahui tentang Faspay

Faspay Thumbline Maret 2023 part 1-06

Tren tanaman hias memang sudah digandrungi oleh masyarakat sejak lama. Tetapi, pada saat pandemi COVID-19, minat masyarakat terhadap tanaman hias meningkat drastis. Hal ini didorong karena adanya pembatasan untuk beraktivitas keluar rumah, sehingga banyak masyarakat yang mencari hobby baru untuk dilakukan tanpa harus keluar rumah, salah satunya adalah dengan bercocok tanam dan menanam tanaman hias. 

Selain itu, menanam tanaman hias dipercaya dapat menjadi terapi tersendiri dan meminimalisir stress. Dikutip dari okezone.com, Penasehat Asosiasi Bunga Indonesia (ASBINDO), Karen Tambayong mengatakan bahwa pandemi merupakan puncak tren penjualan tanaman hias yang sangat luar biasa dan hal ini menguntungkan untuk petani. Banyak yang memanfaatkan hal ini sebagai peluang menghasilkan pundi-pundi rupiah dengan menjadikannya sebagai bisnis.

Seperti yang kita tahu, harga tanaman hias pun juga berbagai macam, mulai kisaran puluhan ribu hingga bisa mencapai jutaan rupiah saat pandemi. Tanaman yang banyak digandrungi dan tidak kalah dengan waktu, salah satunya adalah Janda Bolong, bentuknya yang unik serta harganya yang dapat mencapai jutaan rupiah. Hingga saat ini, pecinta tanaman hias pun masih banyak dan masih menjadi incaran kolektor. Apakah Anda tertarik untuk memulai bisnis tanaman hias yang menjanjikan? Mari simak bagaimana tips bisnis tanaman hias pada artikel di bawah ini!

Nah, setelah mengetahui apa itu email marketing, jenis-jenisnya, manfaat hingga tips mengirimkan email marketing, bersiaplah untuk peningkatan konversi! Selain itu, bisnis Anda bisa bersiap untuk terima peningkatan pesanan dengan menyediakan sistem pembayaran online yang memudahkan pelanggan Anda melakukan pembayaran dengan payment gateway Faspay. Faspay sebagai solusi bisnis dalam terima pembayaran online melalui 50+ channel pembayaran yang bisa dipilih sesuai kebutuhan. Selain itu, biaya yang terjangkau serta terjamin keamanannya. Tunggu apalagi? Yuk, daftar Faspay sekarang!

Tips Memulai Bisnis Tanaman Hias

happily-asian-young-gardener-couple-wearing-apron-use-garden-equipment-laptop-computer-take-care

Setelah melihat potensi tanaman hias yang cukup besar, apakah Anda tertarik untuk memulai bisnis tanaman hias? Sebelum memulai bisnis tanaman hias, ada baiknya untuk mengikuti tips berikut:

  1. Perbanyak pengetahuan dan wawasan mengenai tanaman hias
    Memiliki pengetahuan tentang produk yang dijual adalah salah satu hal yang sangat penting dan wajib dimiliki oleh para pebisnis, termasuk pebisnis tanaman hias. Memperbanyak pengetahuan dan wawasan mengenai tanaman sangat penting dilakukan untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan. Tidak hanya itu, bagi pebisnis tanaman hias, perlu juga memperbanyak informasi mengenai cara menanam tanaman, cara merawat dari berbagai penyakit tanaman dan masih banyak lagi.
  2. Cermat dalam memilih tanaman hias yang akan dijual
    Tips selanjutnya adalah cermat dan pintar dalam memilih tanaman hias. Lakan survey terlebih dahulu mengenai jenis-jenis tanaman hias yang akan dijual. Banyak pertimbangan yang harus dipikirkan sebelum memilih tanaman hias yang akan dijual seperti karakteristik, nilai jual dan banyak peminatnya. 
  3. Kenali target pasar dan tren
    Selanjutnya adalah melakukan riset mengenai segmentasi target pasar Anda. Cermati kebutuhan target pasar Anda. Mengapa hal ini penting dilakukan? Karena akan menjadi kunci untuk menjual produk tanaman hias yang sesuai dengan minat dan kebutuhan konsumen.
  4. Siapkan modal usaha
    Hal yang tidak kalah penting adalah menyiapkan anggaran termasuk modal yang harus dipersiapkan. Pastikan Anda sudah memiliki modal yang cukup. Modal bisa didapatkan melalui biaya tabungan, pinjaman usaha atau modal melalui investor.
  5. Lakukan promosi
    Tips selanjutnya adalah persiapkan strategi promosi yang matang. Lakukan promosi di berbagai channel pemasaran untuk memperkenalkan produk tanaman hias yang Anda jual. Promosi  juga akan meningkatkan brand awareness. Lakukan promosi di sosial media seperti Instagram, twitter, facebook.
  6. Jual offline dan online
    Di zaman yang semakin fleksibel, banyak orang yang menjual produknya tidak hanya melalui offline, tetapi juga online. Hal ini berlaku juga untuk tanaman hias. Anda bisa memanfaatkan marketplace untuk menjual produk Anda. Dengan menjual offline dan online, Anda akan lebih mudah menjangkau lebih banyak pelanggan.
  7.  Siapkan sarana dan prasarana pelengkap
    Jangan lupa untuk siapkan sarana penunjang seperti lahan untuk menjadi tempat penyimpanan tanaman hias, dan sarana pendukung lain seperti tanah, bibit, air yang memadai untuk merawat tanaman. 
  8. Pilih lokasi yang tepat
    Lokasi merupakan salah satu kunci keberhasilan bisnis karena mempengaruhi beberapa faktor manajerial, teknis serta administrasi bisnis tersebut. Pilihlah lokasi yang tepat untuk memulai bisnis tanaman hias Anda sesuai dengan riset yang telah Anda lakukan. Pilihlah lokasi yang memungkinkan pelanggan Anda menemukan bisnis Anda dengan mudah.

Risiko Bisnis Tanaman Hias

Screenshot 2023-03-30 131146

Semua bisnis memiliki risiko tersendiri. Tetapi, tahukah Anda apa saja risiko berbisnis tanaman hias? Mari simak beberapa risiko dalam bisnis tanaman hias dan cara mencegah risiko-risiko tersebut terjadi:

  1. Tanaman mati
    Salah satu risiko menjual makhluk hidup, termasuk tanaman adalah risiko mati. Hal-hal yang mungkin terjadi adalah seperti tidak cocoknya cuaca, serangan penyakit tanaman seperti hama dan gulma. Maka dari itu, pengetahuan tentang tanaman sangat penting dalam menekuni bisnis ini untuk menghindari risiko. 
  2. Hilangnya tanaman
    Biasanya, banyak penjual yang menerapkan konsep open space pada saat menjual tanaman hias, dari sini munculnya risiko lain yang bisa terjadi yaitu hilangnya tanaman hias. Lakukanlah antisipasi dengan menaruh CCTV di beberapa titik bisnis Anda, hal ini dapat mencegah orang-orang nakal yang hendak mencuri. Selain itu sediakan pengamanan yang ketat dengan penjagaan dari staff Anda.
  3. Barang tidak laku
    Risiko selanjutnya adalah tanaman tidak laku, maka dari itu riset pasar sangat penting dilakukan. Barang tidak laku akan mempengaruhi perputaran modal dan keuangan bisnis Anda. Maka dari itu, Anda harus cermat dalam mempromosikan dan mengatur stok tanaman hias yang Anda jual. 
  4. Harga pasaran jatuh
    Risiko yang kerap terjadi adalah harga pasaran yang jatuh, maka dari itu pebisnis tanaman hias perlu memiliki kemampuan yang baik dalam membaca situasi pasar, dan mengamati kompetitor.
  5. Pelanggan cancel order
    Risiko selanjutnya yang tidak dapat dihindari adalah pelanggan membatalkan pesanan mendadak, belum lagi pelanggan yang tiba-tiba menghilang setelah pesan produk Anda. Maka dari itu, Anda sebagai pebisnis tanaman hias harus pandai dalam mengatasi masalah tersebut dan perlu mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan pelanggan beralih ke toko lain dan juga cara pencegahannya.
  6. Pelayanan tidak memuaskan
    Kepuasan pelanggan merupakan salah satu kunci keberhasilan bisnis. Jika pelanggan Anda puas, maka kemungkinan pelanggan Anda untuk pesan ulang sangat tinggi. Salah satu risiko yang kerap dihadapi adalah ketidakpuasan pelanggan oleh pelayanan bisnis Anda. Hindari hal tersebut dengan meningkatkan skill karyawan, melakukan pelatihan/ training serta melakukan strategi seperti menyediakan customer care untuk melayani komplain, dan memberikan pelayanan yang cepat dan tepat.

Setelah menyimak mengenai bisnis tanaman hias, apakah Anda tertarik untuk benar-benar memulai bisnis tersebut? Nah, jika Anda tertarik jangan lupa untuk ikuti tips diatas,  selain itu siapkan pula sistem pembayaran yang lengkap untuk bisnis tanaman hias Anda. Bersiap untuk peningkatan pesanan dengan menyediakan sistem pembayaran online yang memudahkan pelanggan Anda melakukan pembayaran dengan payment gateway Faspay. Faspay sebagai solusi bisnis dalam terima pembayaran online melalui 50+ channel pembayaran yang bisa dipilih sesuai kebutuhan. Selain itu, biaya yang terjangkau serta terjamin keamanannya. Faspay dilengkapi dengan dasbor yang terintegrasi dan notifikasi pembayaran yang real-time. Tunggu apalagi? Yuk, daftar Faspay sekarang!

Lihat Artikel Lainnya

Analisis Pasar: Pengertian, Tujuan dan Cara Lengkapnya Faspay

Analisis Pasar: Pengertian, Tujuan dan Cara Lengkapnya

Newsletter, THUMBNAIL DAN MERCHANT PAGE OCTOBER 2023 DAMRI_Thumbnail

Faspay Digandeng DAMRI sebagai Mitra Pembayaran Online Resmi DAMRI Apps

layanan-invoice-online-indonesia

Fintech Kian Marak, Ketahui Tren Industri Perbankan dan Layanan Keuangan 2021

4 Tantangan dalam Bisnis yang Sering Dihadapi Pebisnis

4 Tantangan dalam Bisnis yang Sering Dihadapi Pebisnis