Faspay Blog
Cari tahu tentang tips bisnis online, teknologi pembayaran, pemasaran digital, dan segala yang ingin diketahui tentang Faspay
Scale up bisnis adalah proses meningkatkan pendapatan, pelanggan, atau kapasitas operasional tanpa meningkatkan biaya dan sumber daya dalam jumlah yang sebanding. Untuk melakukannya, bisnis perlu memiliki model yang terbukti, operasional yang scalable, proses otomatis, strategi berbasis data, dan sistem pembayaran yang mampu menangani peningkatan transaksi.
Berbeda dengan sekadar meningkatkan penjualan, scale up berfokus pada kemampuan bisnis untuk bertumbuh secara efisien dan berkelanjutan.
Berikut lima strategi scale up bisnis yang dapat diterapkan.
Baca Juga: Cara Meningkatkan Omset Toko Online dengan Payment Gateway
Apa Itu Scale Up Bisnis?
Scale up bisnis adalah upaya meningkatkan kapasitas dan pertumbuhan bisnis dengan sistem yang dapat menangani peningkatan pelanggan atau transaksi secara efisien.
Misalnya, sebuah bisnis yang awalnya menerima 100 pesanan per bulan kemudian berkembang menjadi 1.000 pesanan. Jika peningkatan tersebut membuat bisnis harus menambah sumber daya dan biaya operasional dalam jumlah yang sama besar, bisnis hanya mengalami pertumbuhan.
Namun, jika bisnis dapat menangani peningkatan pesanan dengan sistem dan proses yang lebih efisien, bisnis tersebut sedang membangun kemampuan untuk scale up.
Scale up biasanya melibatkan pengembangan pada beberapa area, seperti:
- operasional;
- teknologi;
- proses bisnis;
- pemasaran dan penjualan;
- pengelolaan keuangan; dan
- pengalaman pelanggan.
Apa Perbedaan Growth dan Scale Up Bisnis?
Growth berarti bisnis bertambah besar, sedangkan scale up berarti bisnis dapat menangani pertumbuhan secara lebih efisien.
Sebagai contoh, bisnis berhasil menggandakan jumlah pelanggan dari 100 menjadi 200 pelanggan.
Jika untuk melayani pelanggan tambahan tersebut bisnis harus menggandakan jumlah karyawan dan biaya operasional, bisnis mengalami growth.
Sebaliknya, jika bisnis dapat melayani lebih banyak pelanggan dengan meningkatkan efisiensi sistem dan proses, bisnis memiliki kemampuan untuk scale up.
Kapan Bisnis Siap untuk Scale Up?
Bisnis umumnya siap untuk scale up ketika permintaan sudah terbukti, model bisnis menghasilkan pendapatan, dan operasional mulai membutuhkan sistem yang lebih efisien.
Beberapa tanda bisnis siap scale up antara lain:
- jumlah pelanggan terus meningkat;
- permintaan terhadap produk atau layanan stabil;
- model bisnis sudah terbukti menghasilkan pendapatan;
- proses manual mulai menghambat operasional;
- volume transaksi semakin meningkat; dan
- bisnis memiliki sumber daya untuk mendukung pertumbuhan.
Jika bisnis mengalami beberapa kondisi tersebut, langkah selanjutnya adalah memastikan sistem yang digunakan mampu mengikuti pertumbuhan.
5 Strategi Scale Up Bisnis
1. Pastikan Model Bisnis Sudah Terbukti
Sebelum scale up, pastikan bisnis memiliki produk, target pasar, dan sumber pendapatan yang sudah terbukti menghasilkan permintaan.
Memperbesar bisnis yang modelnya belum terbukti justru dapat meningkatkan risiko. Karena itu, evaluasi terlebih dahulu produk, channel, atau segmen pelanggan yang memberikan hasil terbaik.
Beberapa data yang dapat dianalisis meliputi:
- produk atau layanan dengan permintaan tertinggi;
- segmen pelanggan yang paling potensial;
- sumber pendapatan utama;
- biaya akuisisi pelanggan;
- tingkat repeat order; dan
- margin keuntungan.
2. Bangun Sistem Operasional yang Scalable
Sistem operasional yang scalable memungkinkan bisnis menangani peningkatan pesanan, pelanggan, dan transaksi tanpa meningkatkan pekerjaan manual secara sebanding.
Saat bisnis masih kecil, banyak proses mungkin dapat dilakukan secara manual. Namun, ketika volume meningkat, proses tersebut dapat menjadi bottleneck.
Contohnya:
- memasukkan data pesanan secara manual;
- mengecek pembayaran satu per satu;
- mengirimkan invoice secara individual;
- melakukan follow-up pembayaran secara manual; atau
- menggabungkan data dari beberapa channel.
3. Otomatiskan Proses Bisnis yang Berulang
Otomatisasi membantu bisnis meningkatkan kapasitas dengan mengurangi pekerjaan manual, mempercepat proses, dan menurunkan risiko kesalahan.
Prioritaskan otomatisasi pada aktivitas yang:
- dilakukan berulang kali;
- membutuhkan banyak waktu;
- rentan terhadap human error; atau
- berpotensi menjadi hambatan saat bisnis berkembang.
Contohnya meliputi pengiriman invoice, notifikasi pembayaran, pencatatan transaksi, follow-up pelanggan, dan rekonsiliasi pembayaran.
4. Gunakan Data untuk Menentukan Prioritas Pertumbuhan
Data membantu bisnis menentukan area yang paling layak dikembangkan dan menghindari keputusan scale up yang hanya berdasarkan asumsi.
Sebelum meningkatkan investasi atau memperluas operasional, analisis faktor yang benar-benar mendorong pertumbuhan bisnis.
Beberapa metrik yang dapat diperhatikan adalah:
- pertumbuhan pendapatan;
- tingkat konversi;
- biaya akuisisi pelanggan;
- customer retention;
- repeat order;
- nilai transaksi rata-rata; dan
- margin keuntungan.
5. Siapkan Sistem Pembayaran yang Mampu Mendukung Pertumbuhan
Sistem pembayaran yang scalable membantu bisnis menerima dan mengelola volume transaksi yang lebih besar secara efisien.
Seiring bisnis berkembang, jumlah transaksi dan metode pembayaran yang perlu dikelola juga akan meningkat. Jika proses pembayaran masih dilakukan secara manual, tim mungkin harus mengecek transaksi, melakukan konfirmasi pembayaran, mencatat data, dan melakukan rekonsiliasi dari berbagai channel.
Proses tersebut dapat menjadi semakin kompleks ketika volume transaksi meningkat.
Karena itu, bisnis perlu mempertimbangkan infrastruktur pembayaran yang dapat membantu:
- menyediakan berbagai metode pembayaran;
- mengelola transaksi dari berbagai channel;
- mengurangi proses pengecekan manual;
- mempermudah pencatatan transaksi; dan
- mendukung proses pembayaran yang lebih praktis bagi pelanggan.
Payment Gateway sebagai Infrastruktur untuk Scale Up Bisnis
Payment gateway seperti Faspay dapat menjadi salah satu infrastruktur yang mendukung scale up bisnis karena membantu bisnis menerima dan mengelola transaksi dengan lebih efisien seiring meningkatnya volume pembayaran.
Saat bisnis berkembang, sistem yang sebelumnya cukup untuk menangani puluhan transaksi mungkin tidak lagi efisien ketika jumlah transaksi meningkat menjadi ratusan atau bahkan lebih.
Karena itu, scale up tidak hanya membutuhkan strategi untuk mendapatkan lebih banyak pelanggan. Bisnis juga perlu mempersiapkan infrastruktur yang mampu menangani peningkatan aktivitas tersebut.
Dengan menyediakan berbagai metode pembayaran dan menyederhanakan proses pengelolaan transaksi, payment gateway dapat membantu bisnis mengurangi hambatan operasional yang muncul seiring pertumbuhan.
Kesimpulan
Scale up bisnis berarti mempersiapkan bisnis untuk menangani pertumbuhan secara efisien, bukan sekadar meningkatkan penjualan atau jumlah pelanggan.
Ketika jumlah pelanggan dan transaksi meningkat, bisnis membutuhkan sistem yang dapat mengikuti pertumbuhan tersebut. Infrastruktur pembayaran yang terintegrasi dapat membantu mengurangi proses manual sekaligus memberikan pengalaman transaksi yang lebih praktis bagi pelanggan.
Yuk, kunjungi Faspay sekarang dan daftarkan bisnis Anda sebagai merchant untuk mendapatkan solusi payment gateway terbaik yang aman, cepat, dan terpercaya!