Faspay Blog
Cari tahu tentang tips bisnis online, teknologi pembayaran, pemasaran digital, dan segala yang ingin diketahui tentang Faspay
Peluang bisnis franchise di Indonesia masih menarik karena menawarkan model usaha yang sudah memiliki brand, sistem operasional, dan dukungan dari franchisor. Meski begitu, franchise bukan berarti bisnis tanpa risiko. Calon franchisee tetap perlu mempertimbangkan modal, lokasi, biaya operasional, potensi keuntungan, hingga legalitas sebelum memutuskan untuk berinvestasi.
Pada 2026, Perhimpunan Waralaba & Lisensi Indonesia (WALI) menyebut industri waralaba Indonesia tumbuh sekitar 10–15% per tahun dengan sektor makanan dan minuman (F&B), jasa, dan ritel sebagai beberapa sektor yang banyak diminati. Nilai industri waralaba juga telah mencapai lebih dari Rp143 triliun.
Lalu, seperti apa peluang bisnis franchise yang menarik dan bagaimana cara memilihnya?
Apa Itu Bisnis Franchise?
Bisnis franchise atau waralaba adalah model bisnis ketika pemilik usaha memberikan hak kepada pihak lain untuk menggunakan merek, sistem bisnis, dan kekayaan intelektual tertentu berdasarkan perjanjian.
Dalam franchise, franchisee umumnya mendapatkan:
- Hak menggunakan brand.
- SOP dan sistem operasional.
- Produk atau layanan yang sudah dikembangkan.
- Pelatihan dan dukungan bisnis.
- Dukungan pemasaran tertentu.
- Akses ke supplier atau sistem distribusi, tergantung brand.
Sebagai imbalannya, franchisee dapat dikenakan franchise fee, royalty fee, marketing fee, atau biaya lainnya sesuai perjanjian.
Dengan demikian, franchise memberikan kesempatan untuk menjalankan bisnis dengan sistem yang sudah dikembangkan, tanpa harus membangun semuanya dari awal.
Mengapa Franchise Menjadi Peluang Bisnis yang Menarik?
Salah satu daya tarik franchise adalah model bisnisnya relatif lebih terstruktur dibandingkan membangun usaha dari nol.
Beberapa keuntungan yang bisa didapatkan antara lain:
1. Brand sudah tersedia
Franchisee tidak perlu membangun brand awareness dari awal. Jika brand sudah memiliki basis pelanggan yang kuat, proses mendapatkan konsumen dapat menjadi lebih mudah.
2. Sistem operasional sudah tersedia
SOP membantu franchisee memahami cara menjalankan bisnis, mulai dari operasional hingga pelayanan pelanggan.
3. Mendapat dukungan franchisor
Dukungan dapat berupa training, pembukaan outlet, pemasaran, hingga konsultasi operasional. Namun, bentuk dukungan berbeda pada setiap franchise sehingga perlu diperiksa dalam perjanjian.
4. Model bisnis dapat direplikasi
Jika outlet pertama memiliki performa yang sehat, franchisee berpotensi membuka outlet tambahan dengan sistem yang sama.
Jenis Franchise yang Bisa Menjadi Peluang Bisnis
Peluang bisnis franchise tersedia di berbagai sektor. Beberapa yang umum ditemukan di Indonesia antara lain:
Franchise F&B
Mencakup kopi, minuman, makanan cepat saji, bakery, dessert, hingga makanan ringan. Sektor ini memiliki potensi pembelian berulang, tetapi tingkat persaingannya juga tinggi.
Franchise jasa
Contohnya laundry, salon, pendidikan, kebugaran, dan berbagai layanan lainnya. Kualitas pelayanan dan sumber daya manusia menjadi faktor penting.
Franchise ritel
Bisnis ritel memanfaatkan kebutuhan konsumen terhadap produk sehari-hari. Lokasi, harga, inventory, dan traffic menjadi faktor yang perlu diperhatikan.
Yang perlu diingat, franchise yang sedang populer belum tentu menjadi franchise yang paling menguntungkan. Potensi keuntungan tetap bergantung pada model bisnis, lokasi, biaya, permintaan pasar, dan pengelolaan outlet.
Berapa Modal untuk Memulai Bisnis Franchise?
Modal bisnis franchise sangat bervariasi tergantung brand, sektor, format outlet, lokasi, dan fasilitas yang diberikan.
Jangan hanya melihat harga paket franchise. Hitung juga seluruh kebutuhan investasi menggunakan formula:
Total modal awal = franchise fee + outlet/peralatan + sewa atau deposit + persediaan + biaya pembukaan + modal kerja
Sebagai contoh, franchise dengan biaya paket Rp50 juta belum tentu hanya membutuhkan Rp50 juta. Franchisee mungkin masih perlu menyiapkan biaya renovasi, peralatan, sewa, karyawan, bahan baku, marketing, dan modal kerja.
Karena itu, total initial investment lebih penting daripada sekadar franchise fee.
Cara Memilih Peluang Bisnis Franchise
Sebelum membeli franchise, lakukan due diligence agar keputusan tidak hanya berdasarkan popularitas brand.
1. Periksa model bisnis
Pahami target konsumen, sumber pendapatan, margin, biaya operasional, dan potensi pembelian berulang.
2. Analisis lokasi
Untuk franchise berbasis outlet, perhatikan traffic, demografi, daya beli, kompetitor, akses, visibilitas, dan biaya sewa.
3. Minta data outlet
Jangan hanya melihat testimonial atau proyeksi omzet. Jika memungkinkan, minta informasi mengenai performa outlet yang sudah berjalan, termasuk biaya dan periode balik modal.
4. Bicara dengan franchisee lain
Pengalaman franchisee dapat memberikan gambaran mengenai kualitas support, supply bahan baku, biaya aktual, dan tantangan operasional.
5. Periksa kontrak dan legalitas
Di Indonesia, penyelenggaraan waralaba antara lain diatur melalui PP Nomor 35 Tahun 2024 tentang Waralaba. Calon franchisee juga perlu memahami ketentuan mengenai STPW, hak dan kewajiban para pihak, jangka waktu kerja sama, biaya, supplier, wilayah usaha, serta ketentuan perpanjangan atau penghentian kerja sama.
Kesimpulan
Peluang bisnis franchise di Indonesia masih terbuka, tetapi memilih franchise tidak cukup hanya berdasarkan brand yang sedang populer. Calon franchisee perlu melihat total modal, unit economics, lokasi, permintaan pasar, performa outlet, kualitas support franchisor, kontrak, dan legalitas.
Dengan melakukan riset dan perhitungan secara menyeluruh, franchise dapat menjadi salah satu alternatif untuk memulai bisnis dengan sistem yang lebih terstruktur, bukan sekadar mengikuti tren.
Yuk, kunjungi Faspay sekarang dan daftarkan bisnis Anda sebagai merchant untuk mendapatkan solusi payment gateway terbaik yang aman, cepat, dan terpercaya!