Faspay Blog
Cari tahu tentang tips bisnis online, teknologi pembayaran, pemasaran digital, dan segala yang ingin diketahui tentang Faspay
Metode budgeting adalah cara atau sistem yang digunakan untuk membagi pendapatan ke berbagai kebutuhan, tabungan, investasi, dan tujuan keuangan agar pemasukan dapat digunakan secara terencana.
Dengan metode budgeting yang sesuai, Anda dapat mengetahui ke mana uang dialokasikan, mengendalikan pengeluaran, dan menyusun prioritas keuangan dengan lebih jelas.
Artikel ini membahas 7 metode budgeting, contoh perhitungannya, cara memilih metode yang sesuai, serta tips menerapkan budgeting untuk keuangan pribadi dan bisnis. Yuk, simak!
Baca Juga: Cara Mengatur Cash Flow Perusahaan Agar Tetap Sehat & Stabil
Apa Itu Metode Budgeting?
Metode budgeting adalah pendekatan yang digunakan untuk merencanakan dan mengalokasikan pendapatan ke dalam berbagai pos keuangan berdasarkan kebutuhan dan tujuan tertentu.
Budgeting bukan hanya tentang mengurangi pengeluaran. Tujuan utamanya adalah memberikan gambaran yang jelas mengenai kondisi keuangan sehingga Anda dapat menentukan prioritas sebelum membelanjakan uang.
Karena kebutuhan dan kondisi keuangan setiap orang berbeda, tidak ada satu metode budgeting yang wajib digunakan semua orang. Metode yang efektif adalah metode yang realistis, mudah dipantau, dan sesuai dengan pola pemasukan serta pengeluaran.
Mengapa Metode Budgeting Penting?
Budgeting membantu mengubah pengelolaan uang dari sekadar mencatat transaksi menjadi proses perencanaan.
Dengan memiliki anggaran, Anda dapat mengetahui berapa banyak uang yang tersedia untuk kebutuhan utama, berapa yang dapat digunakan untuk keinginan, dan berapa yang perlu disisihkan untuk tujuan keuangan.
Budgeting juga dapat membantu ketika pemasukan atau pengeluaran berubah. Misalnya, seseorang dengan pendapatan tidak tetap perlu membuat anggaran yang lebih fleksibel dibandingkan orang dengan gaji bulanan tetap.
Untuk bisnis, budgeting bahkan lebih berkaitan dengan cash flow management. Bisnis perlu memastikan pemasukan dari pelanggan dapat mendukung berbagai pengeluaran seperti operasional, gaji, pemasok, pemasaran, dan kewajiban lainnya.
7 Metode Budgeting yang Bisa Digunakan
Berikut tujuh metode budgeting yang umum digunakan dan dapat disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing.
1. Metode Budgeting Tradisional
Metode budgeting tradisional membagi pendapatan ke dalam beberapa kategori pengeluaran berdasarkan kebutuhan dan prioritas.
Contohnya:
| Kategori | Anggaran |
| Kebutuhan sehari-hari | Rp3.000.000 |
| Transportasi | Rp750.000 |
| Tagihan | Rp750.000 |
| Hiburan | Rp500.000 |
| Tabungan | Rp1.000.000 |
| Total | Rp6.000.000 |
Kelebihan metode ini adalah fleksibel karena jumlah setiap kategori dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Metode tradisional cocok bagi Anda yang baru mulai belajar budgeting dan ingin memahami pola pengeluaran sebelum menggunakan sistem yang lebih detail.
2. Metode Budgeting 50/30/20
Metode 50/30/20 membagi pendapatan menjadi 50% untuk kebutuhan, 30% untuk keinginan, dan 20% untuk tabungan atau tujuan keuangan.
Misalnya, pendapatan bersih sebesar Rp8.000.000 per bulan:
- 50% kebutuhan = Rp4.000.000
- 30% keinginan = Rp2.400.000
- 20% tabungan atau tujuan keuangan = Rp1.600.000
Metode ini populer karena sederhana dan mudah diterapkan.
Namun, pembagian 50/30/20 bukan aturan yang harus diikuti secara kaku. Jika biaya tempat tinggal atau kebutuhan pokok Anda lebih tinggi, persentasenya dapat disesuaikan.
3. Metode Budgeting 80/20
Metode budgeting 80/20 mengalokasikan 20% pendapatan terlebih dahulu untuk tabungan atau tujuan keuangan, sedangkan 80% sisanya digunakan untuk kebutuhan dan keinginan.
Misalnya, dengan pendapatan Rp7.000.000:
- 20% untuk tabungan atau investasi = Rp1.400.000
- 80% untuk kebutuhan dan pengeluaran lain = Rp5.600.000
Metode ini lebih sederhana dibandingkan 50/30/20 karena tidak mengharuskan Anda memisahkan kebutuhan dan keinginan secara detail.
Metode 80/20 dapat menjadi pilihan bagi orang yang ingin menerapkan prinsip pay yourself first, yaitu menyisihkan dana untuk tujuan keuangan terlebih dahulu sebelum menggunakan sisanya.
4. Metode Zero-Based Budgeting
Zero-based budgeting adalah metode yang memberikan setiap rupiah dari pendapatan sebuah tujuan sehingga pendapatan dikurangi seluruh alokasi anggaran menghasilkan nol.
Rumus sederhananya:
Pendapatan − seluruh alokasi anggaran = Rp0
Misalnya, pendapatan bulanan Rp8.000.000 dialokasikan sebagai berikut:
| Pos | Alokasi |
| Kebutuhan rumah tangga | Rp2.500.000 |
| Transportasi | Rp800.000 |
| Makan | Rp1.200.000 |
| Tagihan | Rp500.000 |
| Hiburan | Rp500.000 |
| Dana darurat | Rp1.000.000 |
| Investasi | Rp1.000.000 |
| Dana tujuan tertentu | Rp500.000 |
| Total | Rp8.000.000 |
“Rp0” pada metode ini bukan berarti uang harus dihabiskan sampai tidak tersisa. Artinya, seluruh pendapatan sudah memiliki tujuan yang direncanakan, termasuk untuk tabungan dan investasi.
Metode ini cocok bagi Anda yang ingin memiliki kontrol lebih detail terhadap pengeluaran.
5. Metode Envelope Budgeting
Envelope budgeting membatasi pengeluaran berdasarkan kategori dengan menetapkan sejumlah dana tertentu untuk setiap kategori.
Secara tradisional, uang untuk setiap kategori ditempatkan dalam amplop terpisah. Dalam praktik modern, konsep yang sama dapat diterapkan menggunakan rekening atau dompet digital terpisah.
Misalnya:
- Makan: Rp1.500.000
- Transportasi: Rp700.000
- Hiburan: Rp500.000
- Belanja: Rp500.000
Jika anggaran hiburan sudah habis, Anda tidak mengambil tambahan dana dari kategori lain kecuali memang melakukan penyesuaian anggaran.
Metode ini cocok bagi orang yang sering mengalami overspending pada kategori tertentu.
6. Metode Pay Yourself First
Pay yourself first adalah metode budgeting yang memprioritaskan tabungan atau tujuan keuangan sebelum pendapatan digunakan untuk pengeluaran lainnya.
Misalnya, ketika menerima gaji Rp8.000.000, Anda langsung mengalokasikan Rp1.500.000 untuk dana darurat dan investasi. Sisa Rp6.500.000 kemudian digunakan untuk kebutuhan dan pengeluaran lainnya.
Metode ini dapat membantu jika masalah utama Anda adalah sulit menabung karena uang sudah habis digunakan sebelum sempat disisihkan.
Agar lebih konsisten, alokasi tersebut dapat dilakukan segera setelah pendapatan diterima.
7. Metode Incremental Budgeting
Incremental budgeting menggunakan anggaran periode sebelumnya sebagai dasar untuk menyusun anggaran periode berikutnya dengan melakukan penyesuaian tertentu.
Metode ini lebih umum digunakan dalam organisasi dan bisnis dibandingkan pengelolaan keuangan pribadi.
Contohnya, sebuah perusahaan memiliki anggaran pemasaran Rp100 juta pada periode sebelumnya. Setelah mengevaluasi kebutuhan dan kondisi bisnis, perusahaan dapat menyesuaikan anggaran tersebut menjadi Rp110 juta untuk periode berikutnya.
Namun, incremental budgeting sebaiknya tidak dilakukan dengan sekadar menambahkan persentase tertentu setiap periode. Setiap pos tetap perlu dievaluasi berdasarkan kebutuhan aktual dan hasil periode sebelumnya.
Contoh Metode Budgeting untuk Penghasilan Rp10 Juta
Untuk melihat perbedaannya, berikut contoh sederhana menggunakan pendapatan Rp10.000.000 per bulan.
Jika menggunakan metode 50/30/20
- Kebutuhan: Rp5.000.000
- Keinginan: Rp3.000.000
- Tabungan atau tujuan keuangan: Rp2.000.000
Jika menggunakan metode 80/20
- Tabungan atau tujuan keuangan: Rp2.000.000
- Kebutuhan dan keinginan: Rp8.000.000
Jika menggunakan zero-based budgeting
Pendapatan Rp10.000.000 dapat dibagi menjadi beberapa pos yang lebih spesifik, misalnya:
- Kebutuhan rumah tangga: Rp3.000.000
- Makan: Rp1.500.000
- Transportasi: Rp1.000.000
- Tagihan: Rp500.000
- Hiburan: Rp500.000
- Dana darurat: Rp1.500.000
- Investasi: Rp1.500.000
- Dana tujuan: Rp500.000
Total: Rp10.000.000
Contoh tersebut hanya ilustrasi. Alokasi ideal tetap bergantung pada pendapatan, biaya hidup, kewajiban, tujuan keuangan, dan kondisi masing-masing.
Kesimpulan
Metode budgeting membantu Anda mengatur pemasukan dan pengeluaran sesuai prioritas dan tujuan keuangan. Dari tujuh metode di atas, pilih yang paling sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Anda.
Bagi bisnis, budgeting juga perlu didukung pengelolaan arus kas dan transaksi yang terstruktur. Faspay hadir sebagai solusi payment gateway untuk membantu bisnis menerima dan mengelola pembayaran digital secara praktis dan terintegrasi.
Yuk, kunjungi Faspay sekarang dan daftarkan bisnis Anda sebagai merchant untuk mendapatkan solusi payment gateway terbaik yang aman, cepat, dan terpercaya!