Faspay Blog
Cari tahu tentang tips bisnis online, teknologi pembayaran, pemasaran digital, dan segala yang ingin diketahui tentang Faspay
QRIS palsu adalah istilah yang digunakan untuk menyebut kode QR yang menyamar sebagai QRIS merchant atau digunakan untuk mengarahkan pembayaran ke penerima yang tidak semestinya.
Salah satu modusnya adalah menempelkan kode QR milik pelaku di atas QRIS asli milik toko. Akibatnya, pelanggan merasa sudah membayar, tetapi merchant tidak menerima transaksi tersebut.
Bagi pelanggan, langkah pentingnya adalah mengecek nama penerima sebelum membayar. Bagi bisnis, pembayaran perlu diverifikasi melalui sistem merchant. Berikut cara mengenali risikonya dan membangun proses pembayaran yang lebih terkontrol.
Baca Juga: Ini Modus Penipuan Pembayaran Online yang Wajib Diketahui | Faspay
Apa Itu QRIS Palsu?
QRIS merupakan standar nasional QR Code pembayaran yang ditetapkan Bank Indonesia. Merchant dapat menerima pembayaran dari berbagai aplikasi yang mendukung QRIS melalui penyedia jasa pembayaran terkait.
Istilah “QRIS palsu” dalam artikel ini merujuk pada penyalahgunaan kode QR untuk menipu pembayar. Kode yang digunakan pelaku bisa saja dapat diproses oleh aplikasi pembayaran, tetapi penerimanya bukan merchant yang seharusnya menerima uang.
Artinya, kode berhasil dipindai bukan bukti bahwa tujuan pembayaran sudah benar. Pelanggan tetap perlu mencocokkan identitas penerima dengan bisnis tempat bertransaksi.
Untuk memudahkan pemeriksaan, pisahkan dua hal: apakah tujuan pembayaran benar, dan apakah transaksi benar-benar berhasil diterima merchant. Keduanya membutuhkan pengecekan yang berbeda.
Ciri-Ciri QRIS Palsu yang Perlu Diwaspadai
QRIS palsu tidak selalu bisa dikenali dari tampilannya. Berikut tanda yang perlu diperiksa sebelum melanjutkan pembayaran:
- Nama penerima tidak sesuai. Nama merchant yang muncul di aplikasi berbeda dari toko tempat Anda bertransaksi. Konfirmasikan kepada kasir sebelum membayar.
- Stiker terlihat ditimpa atau berlapis. Bekas tempelan, posisi bergeser, atau kode yang menutupi QRIS sebelumnya dapat menjadi tanda penggantian kode.
- Kode berubah tanpa penjelasan jelas. Waspadai instruksi menggunakan QR baru dari akun yang mengaku sebagai admin, terutama jika berbeda dari kanal resmi bisnis.
- Ada desakan membayar tanpa mengecek penerima. Permintaan untuk segera membayar sambil mengabaikan perbedaan nama penerima perlu dicurigai.
Tanda-tanda tersebut merupakan alasan untuk melakukan verifikasi, bukan bukti pasti penipuan. Jika ada kejanggalan, tunda pembayaran dan konfirmasikan melalui kontak resmi merchant.
Cara Cek QRIS Palsu Sebelum Membayar
Pemeriksaan berikut membantu pelanggan mengurangi risiko pembayaran salah tujuan.
1. Cocokkan nama penerima
Periksa nama merchant pada aplikasi sebelum menyetujui transaksi. Jika berbeda atau meragukan, tanyakan kepada kasir dan tunda pembayaran sampai jelas. Pemeriksaan identitas merchant juga ditekankan dalam panduan keamanan QRIS Bank Indonesia.
2. Perhatikan kondisi kode QR
Waspadai stiker yang tampak ditimpa, bergeser, atau berubah dari biasanya. Tampilan rapi pun tidak menjamin penerimanya benar. djpb.kemenkeu.go.id
3. Konfirmasi sumber instruksi pembayaran
Untuk transaksi lewat chat, pastikan kode berasal dari kanal bisnis yang sudah diverifikasi. Jika muncul instruksi baru, hubungi kontak resmi secara terpisah.
4. Periksa nominal dan status transaksi
Gunakan aplikasi pembayaran resmi, cek jumlah pembayaran, lalu lihat status transaksi setelah membayar. Jika statusnya belum jelas, periksa riwayat dan hubungi penyedia aplikasi sebelum mencoba kembali.
Apa yang Harus Dilakukan jika Terlanjur Membayar?
Segera hubungi bank atau dompet digital yang digunakan jika pembayaran diduga masuk ke pihak yang salah.
Sertakan nomor referensi, waktu transaksi, nominal, dan identitas penerima yang terlihat.
Jika menjadi korban penipuan transaksi keuangan, laporkan melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) dan buat laporan kepada kepolisian. Portal IASC meminta korban menyiapkan kronologi serta bukti pendukung untuk membantu penanganan. OJK
Simpan foto kode QR, bukti pembayaran, dan percakapan terkait. Untuk merchant, hentikan penggunaan kode yang dicurigai setelah mendokumentasikannya, lalu koordinasikan pemeriksaan dengan penyedia layanan.
Hindari membagikan PIN atau OTP kepada siapa pun yang menawarkan bantuan. Pelaporan merupakan langkah penanganan; jangan menganggap dana pasti kembali setelah laporan dibuat.
Bagaimana Payment Gateway Membantu Verifikasi Pembayaran?
Segera hubungi bank atau dompet digital yang digunakan jika pembayaran diduga masuk ke pihak yang salah.
Sertakan nomor referensi, waktu transaksi, nominal, dan identitas penerima yang terlihat.
Jika menjadi korban penipuan transaksi keuangan, laporkan melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) dan buat laporan kepada kepolisian. Portal IASC meminta korban menyiapkan kronologi serta bukti pendukung untuk membantu penanganan. OJK
Simpan foto kode QR, bukti pembayaran, dan percakapan terkait. Untuk merchant, hentikan penggunaan kode yang dicurigai setelah mendokumentasikannya, lalu koordinasikan pemeriksaan dengan penyedia layanan.
Hindari membagikan PIN atau OTP kepada siapa pun yang menawarkan bantuan. Pelaporan merupakan langkah penanganan; jangan menganggap dana pasti kembali setelah laporan dibuat.
Kesimpulan
QRIS palsu perlu diantisipasi dengan mengecek nama penerima dan memastikan pembayaran masuk melalui sistem merchant. Jangan hanya mengandalkan screenshot sebelum memproses pesanan.
Sebagai penyedia payment gateway, Faspay membantu bisnis menerima QRIS dan memantau transaksi melalui dashboard serta notifikasi real-time. Permudah verifikasi pembayaran bisnis Anda bersama Faspay.
Yuk, kunjungi Faspay sekarang dan daftarkan bisnis Anda sebagai merchant untuk mendapatkan solusi payment gateway terbaik yang aman, cepat, dan terpercaya!