Faspay Blog

Cari tahu tentang tips bisnis online, teknologi pembayaran, pemasaran digital, dan segala yang ingin diketahui tentang Faspay

outstanding-payment

Outstanding payment tidak selalu berarti pelanggan terlambat membayar. Dalam bisnis, tagihan yang belum dilunasi tetap termasuk outstanding payment, meskipun belum melewati jatuh tempo.

Kondisi ini umum terjadi pada bisnis B2B, distributor, hingga penyedia layanan berlangganan. Namun, jika tidak dikelola dengan baik, tagihan dapat menumpuk dan menghambat penerimaan pembayaran.

Lantas, bagaimana cara mengelola outstanding payment secara efektif?

Apa Itu Outstanding Payment?

Outstanding payment adalah jumlah tagihan yang belum dilunasi, baik sebelum maupun setelah tanggal jatuh tempo.

Misalnya, perusahaan menerbitkan invoice Rp25 juta dengan termin pembayaran 30 hari. Selama pelanggan belum membayar, nominal tersebut tetap tercatat sebagai outstanding payment.

Berbeda dengan overdue payment, yang secara khusus mengacu pada tagihan yang sudah melewati jatuh tempo, outstanding payment juga mencakup tagihan yang belum terlambat.

Baca Juga: Piutang Usaha Menghambat Cash Flow? Ini Cara Mengelolanya!

Bagaimana Cara Kerja Bulk Invoice?

Perhitungan outstanding payment menggunakan rumus berikut:

Outstanding Payment = Total Tagihan − Pembayaran Diterima − Penyesuaian Tagihan

Sebagai contoh, dari invoice Rp15 juta, pelanggan telah membayar Rp6 juta tanpa penyesuaian lainnya. Artinya, outstanding payment yang tersisa adalah Rp9 juta.

Perhitungan ini membantu bisnis mengetahui jumlah tagihan yang masih harus ditagih.

Apa Penyebab Outstanding Payment Menumpuk?

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan penumpukan outstanding payment meliputi:

  • Penagihan manual: Pembuatan dan pemantauan invoice kurang efisien.
  • Informasi invoice tidak lengkap: Kesalahan nominal atau detail tagihan memperlambat pembayaran.
  • Kurangnya pengingat: Pelanggan melewatkan tanggal jatuh tempo.
  • Metode pembayaran terbatas: Proses pembayaran yang rumit menghambat pelunasan.

Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat memperumit rekonsiliasi dan mengganggu pengelolaan arus kas.

6 Cara Mengelola Outstanding Payment bagi Bisnis

  1. Tetapkan Termin Pembayaran yang Jelas

Pastikan pelanggan mengetahui nominal tagihan, tanggal jatuh tempo, metode pembayaran, dan ketentuan keterlambatan sejak awal transaksi.

  1. Terbitkan Invoice Tepat Waktu

Keterlambatan penerbitan invoice dapat memperlambat pembayaran. Gunakan invoice digital untuk mempercepat pembuatan dan pengiriman tagihan, terutama jika bisnis melayani banyak pelanggan.

Baca Juga: Bulk Invoice, Solusi Kirim Tagihan ke Banyak Pelanggan

  1. Pantau Tagihan dan Kirim Payment Reminder

Catat seluruh outstanding invoice berdasarkan nominal, jatuh tempo, dan status pembayaran. Gunakan invoice aging report untuk mengidentifikasi tagihan yang memerlukan tindak lanjut.

Selain itu, jadwalkan pengingat otomatis sebelum dan setelah jatuh tempo agar proses penagihan lebih konsisten.

Baca Juga: Mengaktifkan Recurring Payment dengan Payment Gateway

  1. Permudah Metode Pembayaran

Sediakan berbagai metode pembayaran digital, seperti Virtual Account, QRIS, dan kartu kredit, untuk memudahkan pelanggan melunasi tagihan.

Bisnis juga dapat menggunakan payment link agar pelanggan dapat langsung mengakses halaman pembayaran melalui tautan yang dikirimkan.

Baca Juga: Payment Link: Pengertian, Fungsi & Manfaatnya untuk Dorong Penjualan

  1. Lakukan Rekonsiliasi Pembayaran

Cocokkan pembayaran yang diterima dengan invoice secara rutin. Langkah ini penting untuk memastikan saldo outstanding akurat dan menghindari penagihan ulang kepada pelanggan yang sudah membayar.

Baca Juga: Rekonsiliasi Pembayaran Masih Manual? Ini Risikonya!

  1. Evaluasi Kinerja Penagihan

Pantau indikator seperti total outstanding balance, persentase tagihan overdue, dan Days Sales Outstanding (DSO) untuk mengevaluasi efektivitas penagihan serta mengidentifikasi potensi keterlambatan.

Baca Juga: Cara Mengatur Cash Flow Perusahaan agar Tetap Sehat dan Stabil

Kelola Outstanding Payment dengan Faspay Billing

Mengelola banyak tagihan secara manual dapat menyita waktu tim finance. Untuk menyederhanakannya, bisnis dapat menggunakan Faspay Billing, solusi invoicing dan payment collection digital.

Faspay Billing menyediakan fitur Digital Invoice, Mass Billing, Payment Link, Recurring Billing, dan Auto Allocate Payment untuk membantu bisnis mengirim tagihan, menerima pembayaran, serta memantau outstanding invoice melalui satu platform.

FAQ tentang Outstanding Payment

Apakah outstanding payment sama dengan overdue payment?

Tidak. Outstanding payment mencakup seluruh tagihan yang belum lunas, sedangkan overdue payment hanya mencakup tagihan yang sudah melewati jatuh tempo.

Bagaimana cara mengurangi outstanding payment?

Bisnis dapat menerbitkan invoice tepat waktu, menggunakan pengingat otomatis, menyediakan metode pembayaran praktis, serta melakukan rekonsiliasi secara berkala.

Kesimpulan

Outstanding payment perlu dikelola agar tagihan tidak menumpuk dan proses penerimaan pembayaran tetap lancar. Dengan invoice digital, pengingat otomatis, dan monitoring transaksi, bisnis dapat meningkatkan efisiensi penagihan.

Kelola outstanding payment lebih praktis dengan fitur Auto Allocate dari Faspay Billing! Dengan fitur Auto Allocate, sistem Faspay Billing akan membantu Anda mengalokasikan pembayaran yang masuk ke oustanding invoice secara otomatis.

Yuk, kunjungi Faspay sekarang dan daftarkan bisnis Anda sebagai merchant untuk mendapatkan solusi payment gateway terbaik yang aman, cepat, dan terpercaya!

Lihat Artikel Lainnya

strategi-flash-sale

Strategi Flash Sale untuk Dongkrak Penjualan

outstanding-payment

Outstanding Payment dan Cara Mengelolanya bagi Bisnis

bulk-invoice

Bulk Invoice, Solusi Kirim Tagihan ke Banyak Pelanggan

cara-mengelola-piutang-usaha

Piutang Usaha Menghambat Cash Flow? Ini Cara Mengelolanya!