Faspay Blog

Cari tahu tentang tips bisnis online, teknologi pembayaran, pemasaran digital, dan segala yang ingin diketahui tentang Faspay

meningkatkan-brand-awareness

Meningkatkan brand awareness adalah proses membuat target audiens mengenali, mengingat, dan mengasosiasikan bisnis Anda dengan solusi atau kebutuhan tertentu. 

Bagi bisnis B2B, brand awareness yang kuat membantu perusahaan tetap menjadi salah satu pilihan ketika calon pelanggan mulai mencari solusi. Kenali strategi membangun brand awareness di artikel ini!

Apa Itu Brand Awareness?

Brand awareness adalah tingkat kemampuan audiens untuk mengenali dan mengingat sebuah brand.

Dalam konteks B2B, brand awareness juga berkaitan dengan asosiasi. Ketika calon pelanggan memiliki kebutuhan tertentu, brand yang telah dikenal dan dikaitkan dengan kategori solusi tersebut memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke tahap pertimbangan.

Misalnya, bisnis yang ingin mengoptimalkan proses transaksi dapat memulai pencariannya dengan memahami solusi yang tersedia untuk menerima pembayaran secara online.

Baca Juga: Mengenal Payment Gateway untuk Bisnis: Panduan Lengkap

Karena itu, meningkatkan brand awareness bukan hanya tentang membuat nama bisnis lebih sering terlihat. Brand juga perlu membangun asosiasi yang jelas dengan kebutuhan yang ingin diselesaikannya.

Cara Meningkatkan Brand Awareness untuk Bisnis

Untuk meningkatkan brand awareness secara efektif, bisnis perlu membangun tiga hal: identitas yang mudah dikenali, relevansi terhadap kebutuhan audiens, dan alasan untuk dipercaya.

1. Bangun Asosiasi Brand yang Jelas

Cara pertama meningkatkan brand awareness adalah menentukan apa yang harus diingat audiens tentang bisnis Anda.

Brand yang mudah dikenali belum tentu memiliki positioning yang jelas. Karena itu, bisnis perlu menentukan asosiasi utama yang ingin dibangun.

Pertanyaannya sederhana: Ketika calon pelanggan mendengar nama bisnis Anda, kebutuhan atau masalah apa yang ingin Anda ingatkan?

Bagi perusahaan di industri digital payment, asosiasi tersebut dapat berkaitan dengan:

  • solusi pembayaran digital;
  • payment gateway;
  • sistem pembayaran untuk bisnis;
  • invoice dan billing; atau
  • efisiensi proses transaksi.

Semakin konsisten brand hadir dalam konteks yang relevan, semakin kuat asosiasi yang dapat terbentuk.

2. Hadir Saat Audiens Mencari Informasi

SEO dan content marketing dapat meningkatkan brand awareness dengan membuat bisnis lebih mudah ditemukan ketika calon pelanggan sedang mencari informasi.

Calon pelanggan tidak selalu langsung mencari nama perusahaan atau produk. Mereka sering memulai dari pertanyaan atau masalah yang ingin diselesaikan.

Contohnya:

  • Apa itu payment gateway?
  • Bagaimana cara menerima pembayaran online?
  • Metode pembayaran apa yang dibutuhkan bisnis?
  • Bagaimana cara mengirim invoice digital?

Konten yang menjawab pertanyaan tersebut dapat menjadi titik interaksi pertama antara calon pelanggan dan brand.

Misalnya, artikel tentang cara menerima pembayaran online dapat menjangkau bisnis yang sedang mencari solusi sebelum mereka mengetahui penyedia layanan yang dapat memenuhi kebutuhannya.

Baca Juga:  Mengapa Sistem Pembayaran Online Menjadi Pilihan Utama untuk Bisnis Anda?

3. Tunjukkan Expertise, Bukan Hanya Kehadiran

Brand awareness yang kuat membutuhkan kredibilitas. Bisnis dapat membangun kredibilitas melalui konten yang menunjukkan pemahaman nyata terhadap industrinya.

Misalnya dengan membahas:

  • masalah yang umum dihadapi pelanggan;
  • perubahan dalam industri;
  • use case;
  • studi kasus;
  • insight dari praktisi; atau
  • pengalaman dalam menangani kebutuhan bisnis.

Meningkatkan Brand Awareness melalui Berbagai Touchpoint

Brand awareness lebih efektif ketika bisnis hadir secara konsisten di berbagai titik interaksi pelanggan.

Dalam perjalanan B2B, calon pelanggan dapat menemukan brand melalui Google, membaca konten di LinkedIn, mengunjungi website, lalu kembali beberapa minggu atau bulan kemudian.

Karena itu, SEO, content marketing, media sosial, email, dan website sebaiknya saling memperkuat untuk meningkatkan brand awareness.

Baca Juga: 7 Strategi Sosial Media Marketing untuk Meningkatkan Penjualan

Bagaimana Cara Mengukur Brand Awareness?

Brand awareness dapat diukur melalui kombinasi metrik yang menunjukkan peningkatan visibilitas, familiaritas, dan minat terhadap brand.

Beberapa metrik yang dapat digunakan adalah:

  • Branded search: jumlah pencarian menggunakan nama brand.
  • Direct traffic: kunjungan langsung ke website.
  • Organic visibility: visibilitas website pada topik yang relevan.
  • Brand mentions: seberapa sering brand disebut di platform digital.
  • Reach dan impressions: seberapa luas brand menjangkau audiens.

Kesimpulan

Meningkatkan brand awareness berarti membangun kemampuan audiens untuk mengenali, mengingat, dan mengaitkan brand dengan solusi yang relevan.

Bagi bisnis B2B, strategi ini tidak cukup dilakukan dengan memperluas reach. Brand juga perlu memiliki positioning yang jelas, hadir ketika audiens mencari informasi, dan menunjukkan expertise.

Ketika awareness sudah terbentuk, pengalaman di setiap touchpoint juga perlu mendukung persepsi tersebut. Termasuk dalam proses pembayaran, yang menjadi bagian penting dari pengalaman pelanggan.

Bersama Faspay, bisnis dapat menyediakan solusi pembayaran digital yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan bisnis.

Yuk, kunjungi Faspay sekarang dan daftarkan bisnis Anda sebagai merchant untuk mendapatkan solusi payment gateway terbaik yang aman, cepat, dan terpercaya!  

Lihat Artikel Lainnya

payment-gateway-syariah

Mengenal Payment Gateway Syariah dan Cara Memilihnya

meningkatkan-brand-awareness

Meningkatkan Brand Awareness: Lebih dari Sekadar Dikenal 

scale-up-bisnis

5 Strategi Jitu untuk Scale Up Bisnis

mengaktifkan-recurring-payment-dengan-payment-gateway

Mengaktifkan Recurring Payment dengan Payment Gateway