Faspay Blog
Cari tahu tentang tips bisnis online, teknologi pembayaran, pemasaran digital, dan segala yang ingin diketahui tentang Faspay
Cara menentukan harga jual yang tepat dimulai dengan menghitung seluruh biaya produk, menetapkan margin keuntungan, memperhitungkan biaya transaksi, dan membandingkan harga dengan kondisi pasar.
Harga jual yang terlalu tinggi bisa membuat pelanggan berpaling. Sebaliknya, harga terlalu rendah berisiko menggerus keuntungan meskipun penjualan meningkat. Karena itu, strategi penetapan harga menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga profitabilitas dan pertumbuhan bisnis.
Baca Juga: Cara Mengembangkan UMKM agar Naik Kelas, Wajib Tahu!
Apa Itu Harga Jual?
Harga jual adalah nominal yang dibayarkan pelanggan untuk memperoleh produk atau layanan dari suatu bisnis. Penentuannya mempertimbangkan biaya produksi, target keuntungan, kondisi pasar, dan nilai produk bagi pelanggan.
Harga jual berbeda dengan Harga Pokok Penjualan (HPP). HPP mencerminkan biaya langsung untuk memperoleh atau menghasilkan barang yang terjual, sedangkan harga jual merupakan nominal yang ditawarkan kepada pelanggan.
Namun, selisih harga jual dan HPP belum tentu menjadi laba bersih. Bisnis masih perlu memperhitungkan biaya operasional, pemasaran, hingga pemrosesan pembayaran.
Karena itu, menentukan harga jual bukan sekadar menambahkan keuntungan ke modal, melainkan memastikan pendapatan mampu menutup seluruh biaya yang relevan.
Bagaimana Cara Menentukan Harga Jual?
Ada enam langkah menentukan harga jual agar bisnis tetap untung, mulai dari menghitung biaya produk hingga mengevaluasi keuntungan aktual.
1. Hitung Harga Pokok Penjualan (HPP)
Langkah pertama adalah menghitung biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan atau memperoleh produk.
Untuk bisnis produksi, komponen HPP dapat mencakup:
- Bahan baku
- Tenaga kerja langsung
- Overhead produksi
- Biaya lain yang terkait langsung dengan produksi
Rumus HPP per unit:
HPP per Unit = Total HPP Produk Terjual ÷ Jumlah Unit Terjual
Misalnya, total HPP untuk 100 produk mencapai Rp4.000.000. Artinya, HPP setiap produk adalah Rp40.000.
Perhitungan ini penting, terutama bagi pelaku usaha yang baru memulai bisnis. Dengan mengetahui struktur biaya sejak awal, bisnis dapat menetapkan harga secara lebih realistis dan mengurangi risiko kerugian.
Baca Juga: Ide Jualan Online Modal Kecil yang Menjanjikan
2. Perhitungkan Biaya Operasional
HPP bukan satu-satunya biaya yang perlu ditutup dari penjualan. Bisnis juga mengeluarkan biaya operasional untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Beberapa contohnya meliputi:
- Sewa tempat dan utilitas
- Gaji staf administrasi
- Kemasan dan biaya pengiriman yang ditanggung bisnis
- Biaya pemasaran
- Biaya platform penjualan
Alokasikan biaya yang relevan ke setiap unit produk agar harga jual dapat menutup pengeluaran bisnis.
Contoh: Jika HPP Rp40.000 dan alokasi biaya operasional Rp20.000, total biaya sementara menjadi Rp60.000 per unit.
Pastikan tidak ada biaya yang dihitung dua kali, terutama jika sebagian pengeluaran sudah termasuk dalam HPP.
3. Tentukan Target Margin Keuntungan
Setelah mengetahui total biaya, tentukan keuntungan yang ingin diperoleh dari setiap penjualan.
Dalam menentukan harga jual, terdapat dua istilah yang sering tertukar:
- Markup: Persentase keuntungan yang ditambahkan berdasarkan biaya produk.
- Profit margin: Persentase keuntungan yang dihitung dari harga jual.
Sebagai contoh, produk dengan total biaya Rp100.000 dan markup 25% dijual seharga Rp125.000. Namun, margin keuntungannya hanya 20%, bukan 25%.
Berikut dua rumus yang dapat digunakan.
Rumus harga jual dengan markup:
Harga Jual = Total Biaya per Unit × (1 + Persentase Markup)
Rumus harga jual dengan target margin:
Harga Jual = Total Biaya per Unit ÷ (1 − Target Margin)
Misalnya, total biaya produk Rp70.000 dan bisnis menargetkan margin keuntungan 30%.
Rp70.000 ÷ (1 − 0,30) = Rp100.000
Dengan demikian, harga jual Rp100.000 menghasilkan keuntungan Rp30.000 per unit atau margin 30%, dengan asumsi seluruh biaya relevan sudah diperhitungkan.
4. Bandingkan Harga Kompetitor dan Daya Beli Pelanggan
Harga yang menguntungkan belum tentu sesuai dengan kemampuan beli target pasar.
Lakukan riset terhadap produk sejenis dengan mempertimbangkan kualitas, manfaat, ukuran, serta layanan tambahan.
Terdapat tiga pendekatan penetapan harga yang umum digunakan:
- Cost-based pricing: Menentukan harga berdasarkan biaya dan target keuntungan.
- Competitor-based pricing: Mempertimbangkan harga produk sejenis di pasar.
- Value-based pricing: Menentukan harga berdasarkan nilai yang dirasakan pelanggan.
Selain harga kompetitor, perhatikan kanal penjualan dan perilaku konsumen. Misalnya, bisnis yang memanfaatkan social commerce perlu mempertimbangkan biaya promosi, diskon, dan pengeluaran lain selama proses pembelian.
Dengan memahami pasar dan struktur biaya, bisnis dapat menawarkan harga kompetitif tanpa mengorbankan profitabilitas.
Baca Juga: Social Commerce: Saat Scroll Media Sosial Berujung Checkout
5. Masukkan Biaya Transaksi Pembayaran
Salah satu komponen yang kerap terlewat ketika menentukan harga jual adalah biaya pemrosesan pembayaran digital.
Bisnis yang menerima pembayaran melalui virtual account, QRIS, e-wallet, atau kartu kredit perlu memahami struktur biaya sesuai metode yang digunakan.
Biaya payment gateway dapat mencakup biaya transaksi, layanan berkala, hingga biaya tertentu terkait refund atau chargeback, bergantung pada ketentuan penyedia layanan.
Mengapa biaya transaksi penting? Karena nominal yang dibayarkan pelanggan belum tentu sama dengan dana bersih yang diterima merchant.
Sebagai contoh, pembayaran QRIS memiliki ketentuan Merchant Discount Rate (MDR) yang dapat berbeda berdasarkan kategori merchant dan nominal transaksi.
Dengan memperhitungkan biaya pembayaran sejak awal, bisnis dapat menetapkan harga lebih realistis sekaligus menjaga target margin keuntungan.
Baca Juga: QRIS All Payment, Satu QR untuk Banyak Cara Bayar
6. Evaluasi Harga dan Keuntungan Secara Berkala
Harga jual perlu dievaluasi ketika biaya produksi, pemasaran, atau operasional berubah.
Jangan hanya mengandalkan omzet sebagai indikator keberhasilan bisnis.
Misalnya, penjualan meningkat setelah promosi diskon 20%, tetapi keuntungan per transaksi justru menurun. Dalam kondisi tersebut, kenaikan omzet belum tentu diikuti pertumbuhan laba.
Selain itu, kelancaran pembayaran juga perlu diperhatikan. Transaksi yang gagal dapat menyebabkan pelanggan tidak menyelesaikan pembelian meskipun sudah mencapai tahap checkout.
Karena itu, evaluasi harga perlu didukung pencatatan biaya, data transaksi berhasil, dan laporan penerimaan pembayaran.
Baca Juga: Transaksi Gagal Bisa Tekan Omzet? Ini Cara Mengatasinya!
Contoh Cara Menghitung Harga Jual Produk
Agar lebih mudah dipahami, berikut simulasi cara menentukan harga jual sebuah produk yang dipasarkan secara online.
| Komponen Biaya | Per Unit |
| HPP produk | Rp40.000 |
| Kemasan | Rp5.000 |
| Alokasi operasional | Rp15.000 |
| Alokasi pemasaran | Rp5.000 |
| Total biaya per unit | Rp65.000 |
Bisnis menargetkan margin keuntungan 25% setelah biaya di atas, dengan asumsi biaya pemrosesan pembayaran sebesar 2% dari harga jual.
Karena biaya transaksi dihitung berdasarkan nilai pembayaran, gunakan rumus berikut:
Harga Jual = Total Biaya ÷ (1 − Target Margin − Persentase Biaya Transaksi)
Perhitungannya:
Rp65.000 ÷ (1 − 0,25 − 0,02) = Rp89.041
Bisnis kemudian membulatkan harga jual menjadi Rp89.900.
Berikut estimasi keuntungan setelah pembulatan:
| Komponen | Nominal |
| Harga jual | Rp89.900 |
| Total biaya per unit | Rp65.000 |
| Biaya transaksi (asumsi 2%) | Rp1.798 |
| Keuntungan per unit | Rp23.102 |
| Margin setelah biaya tersebut | 25,7% |
Dengan harga Rp89.900, bisnis memperoleh estimasi margin 25,7% setelah seluruh biaya yang dicantumkan.
Catatan: Simulasi ini menggunakan asumsi biaya transaksi 2%, bukan tarif resmi Faspay atau QRIS. Biaya aktual, pajak, retur, dan pengeluaran lain yang belum diperhitungkan dapat memengaruhi laba bersih.
Kesalahan Menentukan Harga Jual yang Perlu Dihindari
Beberapa kesalahan berikut dapat membuat keuntungan bisnis menyusut.
1. Hanya menghitung modal produk
Harga yang menutup HPP belum tentu cukup untuk membayar biaya operasional, pemasaran, dan transaksi.
2. Menyamakan markup dengan margin
Markup 30% tidak menghasilkan margin 30%. Keduanya menggunakan dasar perhitungan berbeda.
3. Memberikan diskon tanpa menghitung ulang keuntungan
Diskon mengurangi pendapatan per transaksi. Jika biaya produk tetap, persentase keuntungan akan menurun.
4. Mengabaikan biaya pembayaran
Biaya transaksi yang tidak diperhitungkan dapat menyebabkan selisih antara proyeksi keuntungan dan hasil aktual.
Mengapa Sistem Pembayaran Penting untuk Menjaga Keuntungan Bisnis?
Menentukan harga jual yang tepat merupakan langkah awal. Namun, bisnis juga perlu memastikan pembayaran pelanggan tercatat dan dapat dicocokkan dengan pesanan.
Dalam operasional pembayaran digital, terdapat perbedaan antara transaksi berhasil, dana yang telah diselesaikan kepada merchant (settlement), dan penerimaan bersih setelah biaya.
Karena itu, sistem pembayaran terintegrasi dapat membantu tim finance memantau status transaksi, memeriksa penerimaan dana, dan melakukan rekonsiliasi pembayaran secara lebih terstruktur.
Dengan pencatatan yang rapi, bisnis memiliki informasi pendukung untuk membandingkan proyeksi keuntungan dengan penerimaan pembayaran aktual.
Baca Juga: Payment Gateway untuk E-Commerce
Kesimpulan
Cara menentukan harga jual yang tepat adalah menghitung seluruh biaya, menetapkan target margin, mempertimbangkan harga pasar, dan mengevaluasi keuntungan dari setiap transaksi.
Harga yang kompetitif memang penting, tetapi profitabilitas bisnis juga bergantung pada efisiensi operasional dan pengelolaan pembayaran.
Untuk mendukung proses tersebut, Faspay Business menyediakan berbagai metode pembayaran digital melalui satu integrasi, termasuk virtual account, QRIS, e-wallet, dan kartu kredit.
Faspay juga menyediakan dashboard dan laporan transaksi untuk membantu merchant memantau pembayaran serta mendukung proses rekonsiliasi.
Yuk, kunjungi Faspay sekarang dan daftarkan bisnis Anda sebagai merchant untuk mendapatkan solusi payment gateway terbaik yang aman, cepat, dan terpercaya!