Faspay Blog

Cari tahu tentang tips bisnis online, teknologi pembayaran, pemasaran digital, dan segala yang ingin diketahui tentang Faspay

qris-all-payment

QRIS all payment memungkinkan bisnis menerima pembayaran dari berbagai aplikasi yang mendukung QRIS melalui satu kode QR. Pelanggan bisa menggunakan aplikasi pilihannya, sementara merchant tidak perlu memajang kode berbeda untuk setiap penyedia pembayaran.

Artikel ini membahas pengertian QRIS all payment, pilihan jenisnya, cara membuatnya, biaya, hingga peran payment gateway dalam pengelolaan transaksi. Yuk, simak!

Baca Juga: 5 Manfaat QRIS: Bayar Cepat, Bisnis Melesat

Apa Itu QRIS All Payment?

QRIS all payment adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kemampuan satu kode QRIS menerima pembayaran lintas aplikasi yang mendukung standar QRIS. QRIS sendiri merupakan singkatan dari Quick Response Code Indonesian Standard, yaitu standar kode QR pembayaran yang ditetapkan Bank Indonesia.

Bank Indonesia mengembangkan QRIS bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia untuk menghubungkan layanan pembayaran yang sebelumnya menggunakan kode QR masing-masing. Dengan standar ini, aplikasi pelanggan dan penyedia QRIS merchant tidak harus berasal dari perusahaan yang sama.

Meski disebut “all payment”, cakupannya tetap pembayaran melalui QRIS. Aktivasi QRIS tidak otomatis membuat bisnis menerima transfer virtual account atau pembayaran kartu melalui input nomor kartu. Metode tersebut membutuhkan aktivasi layanan tersendiri.

Baca Juga: Cara Kerja QRIS Agar Check Out Lebih Mudah

Mengapa QRIS Relevan untuk Bisnis?

Menurut Bank Indonesia, hingga Juni 2026 QRIS telah menjangkau 65,77 juta pengguna dan 44,86 juta merchant. Angka ini menunjukkan besarnya ekosistem pembayaran yang dapat dipertimbangkan bisnis ketika menentukan pilihan metode bayar,

Dalam operasional sehari-hari, manfaat QRIS dapat dilihat dari beberapa kebutuhan berikut.

1. Melayani pelanggan dengan aplikasi berbeda

Pelanggan memiliki kebiasaan pembayaran masing-masing. Satu pelanggan mungkin memilih mobile banking, sementara yang lain lebih nyaman dengan dompet digital. QRIS memungkinkan bisnis melayani pilihan tersebut selama aplikasinya mendukung QRIS.

2. Menyederhanakan instruksi pembayaran

Instruksi yang singkat membantu pelanggan memahami langkah berikutnya. Pada QRIS dinamis, misalnya, nominal sudah tercantum sehingga pelanggan cukup memeriksa informasi transaksi sebelum mengotorisasi pembayaran.

3. Menata proses setelah pelanggan membayar

Bisnis perlu mengetahui pesanan mana yang sudah dibayar dan siap diproses. Karena itu, saat memilih layanan QRIS, perhatikan juga kemampuan notifikasi, pencarian transaksi, dan laporan yang tersedia. Kemudahan memindai kode perlu diikuti proses pengecekan yang jelas bagi tim operasional.

QRIS Statis dan Dinamis, Apa Bedanya?

Untuk alur ketika merchant menampilkan kode lalu pelanggan memindainya, QRIS memiliki pilihan MPM statis dan MPM dinamis. Perbedaan utamanya terletak pada pencantuman nominal pembayaran.

Aspek QRIS statis QRIS dinamis
Kode QR Kode yang sama dapat digunakan berulang Kode dihasilkan untuk transaksi
Nominal Diisi pelanggan setelah memindai Sudah dimuat dalam kode
Penggunaan Penerimaan pembayaran sederhana Transaksi yang membutuhkan nominal terisi
Pertimbangan bisnis Kemudahan pemasangan Pengurangan input nominal oleh pelanggan

Bank Indonesia menjelaskan bahwa QRIS statis dapat ditampilkan melalui stiker atau cetakan, sedangkan QRIS dinamis dihasilkan melalui perangkat seperti smartphone atau mesin EDC. QRIS dinamis juga bisa digunakan di toko fisik, sehingga perbedaannya bukan sekadar “offline” dan “online”.

Contohnya, kedai dengan proses pembayaran sederhana dapat mempertimbangkan QRIS statis. Bisnis yang ingin menghubungkan pembayaran dengan pesanan di website dapat mengevaluasi QRIS dinamis beserta dukungan integrasinya.

Baca Juga: Cuan Makin Bombastis dengan QRIS Statis

Cara Membuat QRIS All Payment untuk Usaha

1. Tentukan kebutuhan pembayaran

Petakan tempat pelanggan bertransaksi: kasir, website, aplikasi, atau chat. Tentukan pula apakah tim hanya membutuhkan penerimaan pembayaran atau juga pencocokan transaksi dengan nomor pesanan.

Daftar kebutuhan ini membantu Anda memilih layanan berdasarkan proses bisnis, bukan hanya kecepatan pendaftaran.

2. Pilih penyedia dan periksa ketentuannya

Pastikan layanan diselenggarakan melalui pihak yang memiliki izin atau persetujuan yang sesuai dari Bank Indonesia. Sebelum mendaftar, tanyakan biaya, jadwal pencairan, akses laporan, dukungan integrasi, serta prosedur penanganan kendala.

3. Siapkan dokumen usaha

Dokumen yang dapat diminta meliputi identitas pemilik atau penanggung jawab, informasi usaha, rekening penerimaan dana, serta dokumen perpajakan dan legalitas sesuai bentuk usaha. Gunakan daftar persyaratan resmi penyedia karena kebutuhan merchant individu dan badan usaha dapat berbeda.

4. Ikuti verifikasi dan aktivasi

Penyedia akan memeriksa data dan dokumen sebelum layanan digunakan. Untuk Faspay, alur pendaftaran mencakup komunikasi dengan tim akuisisi, pengiriman dokumen, proses KYC, dan integrasi sesuai layanan yang dipilih.

5. Uji alur pembayaran

Sebelum digunakan pelanggan, lakukan pengujian sesuai arahan penyedia. Periksa nama merchant, nominal, status pembayaran, dan laporan transaksi. Untuk website atau aplikasi, pastikan tim memahami tindakan ketika pembayaran masih tertunda, berhasil, atau kedaluwarsa.

Berapa Biaya QRIS All Payment?

Biaya transaksi QRIS bergantung pada kategori merchant, nominal transaksi, dan ketentuan yang berlaku. Salah satu komponen yang perlu dipahami adalah Merchant Discount Rate atau MDR.

Dalam pengumuman Bank Indonesia, mulai 1 Oktober 2026:

  • MDR 0% tetap berlaku bagi merchant Usaha Mikro (UMI) untuk transaksi sampai dengan Rp500.000.
  • MDR 0% diperluas bagi seluruh kategori merchant untuk transaksi sampai dengan Rp100.000.

Ketentuan tersebut tidak berarti seluruh transaksi QRIS bebas biaya. Untuk transaksi di luar cakupan itu, periksa tarif yang berlaku sesuai kategori merchant.

Saat membandingkan penyedia, minta rincian tertulis mengenai MDR, biaya layanan lain jika ada, dan jadwal pencairan. Bedakan status “pembayaran berhasil” dengan waktu dana tersedia di rekening agar proyeksi kas bisnis tetap akurat.

Menerima Pembayaran QRIS melalui Faspay

Faspay merupakan penyedia payment gateway di Indonesia yang menyediakan layanan QRIS untuk website atau aplikasi bisnis. Dalam alurnya, pelanggan memilih QRIS saat checkout, melihat kode yang ditampilkan, lalu menyelesaikan pembayaran melalui aplikasi yang mendukung QRIS.

Selain QRIS, layanan penerimaan pembayaran Faspay mencakup metode seperti virtual account, kartu kredit, dan e-wallet. Faspay juga menyediakan dasbor serta laporan transaksi untuk membantu merchant memantau pembayaran. Ketersediaan metode dan fitur mengikuti layanan yang diaktifkan.

Sebelum aktivasi, diskusikan alur checkout, kebutuhan laporan, jadwal pencairan, dan dukungan teknis dengan tim Faspay. Informasi ini membantu menentukan solusi yang sesuai dengan proses kerja bisnis Anda.

Baca Juga: QRIS Cross Border untuk Bisnis Go Global

Kesimpulan

QRIS all payment membantu bisnis melayani pelanggan dengan beragam aplikasi pembayaran melalui satu standar QR. Agar manfaatnya terasa dalam operasional, pilih jenis QRIS dan layanan pendukung yang sesuai dengan kebutuhan pencatatan, pengecekan, dan pencairan dana.

Untuk bisnis yang ingin menyediakan QRIS sekaligus mengembangkan pilihan pembayaran, Faspay dapat menjadi pilihan integrasi.

Yuk, kunjungi Faspay sekarang dan daftarkan bisnis Anda sebagai merchant untuk mendapatkan solusi payment gateway terbaik yang aman, cepat, dan terpercaya!

Lihat Artikel Lainnya

qris-all-payment

QRIS All Payment, Satu QR untuk Banyak Cara Bayar

jenis-virtual-account

Jenis Virtual Account: Statis vs Dinamis, Mana yang Ideal?

cara-mengatasi-social-engineering

Social Engineering Mengintai, Ini Modus & Cara Menghindarinya

bank-digital

Bank Digital Makin Populer, Apa Artinya Bagi Bisnis?