Faspay Blog

Cari tahu tentang tips bisnis online, teknologi pembayaran, pemasaran digital, dan segala yang ingin diketahui tentang Faspay

cara-mengembangkan-umkm-agar-naik-kelas

Cara mengembangkan UMKM tidak cukup hanya dengan meningkatkan penjualan. Agar bisnis dapat tumbuh secara berkelanjutan, pelaku usaha perlu memperkuat produk, memahami pelanggan, mengelola keuangan, memperluas pemasaran, dan memanfaatkan teknologi.

Di Indonesia, digitalisasi juga semakin menjadi bagian dari perkembangan UMKM. Bank Indonesia mencatat 44,86 juta merchant telah menggunakan QRIS hingga Juni 2026, dengan 96,68% di antaranya merupakan UMKM. Ini menunjukkan bahwa teknologi pembayaran sudah semakin dekat dengan aktivitas bisnis sehari-hari.

Lantas, bagaimana cara mengembangkan UMKM agar lebih kompetitif dan siap naik kelas? Berikut strategi yang bisa diterapkan secara bertahap.

Baca Juga: Tips Meningkatkan Customer Experience untuk Bisnis

7 Cara Mengembangkan UMKM Agar Naik Kelas

Simak cara-cara yang mudah ditiru di bawah ini:

1. Pahami Pasar dan Kebutuhan Pelanggan

Langkah pertama dalam mengembangkan UMKM adalah memahami siapa pelanggan dan apa yang mereka butuhkan.

Sebelum menambah produk atau memperluas pasar, lakukan riset sederhana mengenai:

  • Siapa target pelanggan utama
  • Masalah yang ingin mereka selesaikan
  • Produk yang paling banyak diminati
  • Alasan pelanggan memilih produk
  • Harga yang sesuai dengan daya beli target pasar
  • Kelebihan dan kekurangan kompetitor

Data tersebut dapat membantu UMKM mengambil keputusan berdasarkan kebutuhan pasar, bukan sekadar mengikuti tren.

2. Permudah Pelanggan Membayar

Pengalaman pembayaran yang mudah dapat membantu UMKM mengurangi hambatan dalam proses pembelian.

Sediakan metode pembayaran yang sesuai dengan kebiasaan pelanggan, seperti QRIS, e-wallet, virtual account, kartu, atau metode pembayaran digital lainnya.

Semakin mudah pelanggan menyelesaikan pembayaran, semakin sederhana pula proses dari “ingin membeli” hingga “transaksi selesai.”

Untuk UMKM yang mulai menerima pembayaran dari berbagai kanal, payment gateway dapat membantu mengintegrasikan berbagai metode pembayaran dalam satu sistem sehingga pengelolaan transaksi menjadi lebih terstruktur.

Baca Juga: Mengenal Payment Gateway untuk Bisnis: Panduan Lengkap

3. Tingkatkan Kualitas Produk dan Layanan

Produk yang konsisten dan layanan yang baik menjadi fondasi penting untuk mempertahankan pelanggan.

Pengembangan tidak selalu berarti membuat produk baru. UMKM dapat meningkatkan nilai produk melalui:

  • Perbaikan kualitas dan kemasan
  • Penambahan varian atau ukuran
  • Peningkatan kecepatan layanan
  • Standarisasi kualitas produk
  • Respons customer service yang lebih cepat
  • Pengumpulan dan evaluasi feedback pelanggan

Pelanggan yang puas berpotensi melakukan pembelian ulang sekaligus merekomendasikan bisnis kepada orang lain.

4. Perluas Pemasaran melalui Kanal Digital

Memanfaatkan kanal digital dapat membantu UMKM menjangkau pelanggan di luar area penjualan tradisional.

Gunakan kanal yang paling relevan dengan target pelanggan, seperti:

  • Instagram dan TikTok
  • Marketplace
  • WhatsApp Business
  • Website
  • Google Business Profile

Tidak semua kanal harus digunakan sekaligus. Fokus pada platform tempat target pelanggan paling aktif, kemudian ukur hasilnya berdasarkan traffic, leads, engagement, dan penjualan.

Baca Juga: Strategi Efektif Sosial Media Marketing untuk Dorong Penjualan

5. Bangun Branding yang Konsisten

Branding membantu UMKM membangun identitas dan membedakan produknya dari kompetitor.

Mulailah dari elemen sederhana, seperti:

  • Nama dan logo yang mudah dikenali
  • Identitas visual yang konsisten
  • Kemasan yang sesuai dengan karakter brand
  • Pesan komunikasi yang jelas
  • Foto dan konten produk yang berkualitas

Brand yang konsisten membuat bisnis lebih mudah dikenali dan terlihat profesional, terutama ketika pelanggan menemukan produk melalui kanal digital.

6. Kelola Keuangan dan Arus Kas dengan Disiplin

Pengelolaan keuangan yang baik membantu UMKM mengetahui apakah bisnis benar-benar menghasilkan keuntungan dan siap untuk berkembang.

Pisahkan keuangan pribadi dan bisnis, kemudian catat secara rutin:

  • Pendapatan
  • Biaya operasional
  • Harga pokok penjualan
  • Utang dan piutang
  • Arus kas
  • Laba dan rugi

Sebelum mengambil keputusan untuk menambah stok, membuka cabang, atau melakukan ekspansi, pastikan bisnis memiliki arus kas yang cukup.

7. Gunakan Teknologi untuk Membuat Operasional Lebih Efisien

Digitalisasi UMKM bukan hanya tentang berjualan secara online, tetapi juga menggunakan teknologi untuk membuat operasional lebih efisien.

Teknologi dapat digunakan untuk:

  • Mencatat penjualan
  • Mengelola stok
  • Menyimpan data pelanggan
  • Memproses pesanan
  • Mengelola pembayaran
  • Memantau performa penjualan

Apa Penyebab Transaksi Gagal?

Berikut beberapa penyebab transaksi gagal yang paling umum dalam pembayaran digital.

1. Saldo atau Limit Tidak Mencukupi

Salah satu penyebab paling sederhana adalah saldo rekening atau limit pembayaran pelanggan tidak mencukupi.

Contohnya, pelanggan melakukan pembelian senilai Rp1 juta menggunakan kartu kredit, tetapi limit yang tersedia hanya Rp700 ribu. Transaksi dapat ditolak oleh penerbit kartu.

2. Data Pembayaran Tidak Valid

Kesalahan saat memasukkan data pembayaran juga dapat menyebabkan transaksi gagal. Pada pembayaran kartu, misalnya, pelanggan mungkin salah memasukkan nomor kartu, masa berlaku kartu, CVV, dan nama pemegang kartu.

Sementara pada metode pembayaran tertentu, kesalahan memasukkan nomor atau informasi pembayaran juga dapat membuat transaksi tidak dapat diproses. Karena itu, tampilan checkout perlu memberikan informasi yang jelas dan membantu pelanggan memperbaiki kesalahan tanpa harus mengulang seluruh proses pembelian.

Baca Juga: Cara Mudah Buat Checkout Page yang Aman, Cepat, dan Tinggi Konversi

3. Gangguan pada Bank atau Payment Method

Transaksi online melibatkan beberapa pihak. Gangguan sementara pada bank, issuer, acquirer, jaringan pembayaran, atau metode pembayaran tertentu dapat membuat transaksi gagal meskipun sistem merchant berjalan normal.

4. Koneksi Internet Tidak Stabil

Pembayaran digital membutuhkan komunikasi antara perangkat pelanggan dan berbagai sistem yang memproses transaksi.

Jika koneksi internet terputus atau terlalu lambat ketika pembayaran sedang diproses, transaksi dapat mengalami timeout atau tidak mendapatkan respons yang sesuai.

5. Transaksi Ditolak karena Faktor Keamanan

Sistem pembayaran menggunakan berbagai mekanisme untuk mendeteksi transaksi yang berpotensi fraud atau mencurigakan.

Transaksi yang dianggap memiliki pola tidak biasa dapat ditolak atau memerlukan proses verifikasi tambahan.

Dari sisi bisnis, mekanisme ini penting untuk melindungi merchant dan pelanggan. Namun, sistem deteksi risiko juga perlu dikonfigurasi secara tepat agar bisnis tidak mengalami terlalu banyak false decline, yaitu transaksi legitimate yang ikut ditolak.

6. Payment Gateway atau Integrasi Mengalami Kendala

Payment gateway berfungsi menghubungkan bisnis dengan berbagai metode pembayaran dan membantu memproses transaksi.

Jika konfigurasi atau integrasi payment gateway tidak berjalan dengan benar, transaksi dapat gagal sebelum berhasil diteruskan ke pihak pembayaran.

Beberapa masalah teknis yang perlu diperhatikan antara lain:

  • API error
  • Credential atau authentication bermasalah
  • Callback tidak diterima
  • Timeout
  • Parameter transaksi tidak sesuai
  • Konfigurasi environment yang salah
  • Gangguan pada koneksi antarsistem

Bagaimana Cara Mengembangkan UMKM Secara Bertahap?

Cara mengembangkan UMKM yang efektif adalah menentukan prioritas berdasarkan masalah bisnis yang paling berdampak.

Sebagai langkah awal, pelaku usaha dapat menggunakan urutan berikut.

Kenali pelanggan → 2. Perbaiki produk → 3. Perluas pemasaran → 4. Rapikan keuangan → 5. Digitalisasi operasional → 6. Optimalkan pembayaran → 7. Ukur hasilnya.

Tidak semua strategi harus diterapkan sekaligus. Fokus pada satu atau dua area terlebih dahulu, ukur hasilnya, lalu lanjutkan ke tahap berikutnya.

Kesimpulan

Cara mengembangkan UMKM bukan sekadar meningkatkan penjualan, tetapi membangun bisnis yang lebih kuat dan berkelanjutan. 

Mulai dari memahami pelanggan, meningkatkan produk, memperluas pemasaran, hingga memanfaatkan teknologi seperti payment gateway untuk memudahkan pembayaran dan mengelola transaksi. 

Yuk, kunjungi Faspay sekarang dan daftarkan bisnis Anda sebagai merchant untuk mendapatkan solusi payment gateway terbaik yang aman, cepat, dan terpercaya!  

Lihat Artikel Lainnya

cara-mengembangkan-umkm-agar-naik-kelas

Cara Mengembangkan UMKM agar Naik Kelas, Wajib Tahu!

mengatasi-transaksi-gagal

Transaksi Gagal Bisa Tekan Omzet, Ini Cara Mengatasinya 

customer-support

Pentingnya Customer Support untuk Meningkatkan Loyalitas Pelanggan

payment-gateway-untuk-aplikasi-mobile

Payment Gateway untuk Mobile Apps: Panduan Integrasi dan Tips Memilihnya