Faspay Blog
Cari tahu tentang tips bisnis online, teknologi pembayaran, pemasaran digital, dan segala yang ingin diketahui tentang Faspay
Penjualan menurun dapat disebabkan oleh berkurangnya calon pembeli, penawaran yang kurang relevan, persaingan, hingga proses pembayaran yang menyulitkan pelanggan. Untuk mengatasinya, bisnis perlu menemukan tahap yang bermasalah, lalu memperbaiki pemasaran, pengalaman belanja, atau pembayaran berdasarkan data.
Sebelum buru-buru memberikan diskon, kenali 11 penyebab penjualan menurun berikut dan langkah yang bisa Anda lakukan untuk kembali meningkatkan omzet.
Baca Juga: Mengenal Payment Gateway untuk Bisnis: Panduan Lengkap
Apa yang Dimaksud dengan Penjualan Menurun?
Penjualan menurun adalah kondisi ketika jumlah produk terjual, pesanan, atau nilai penjualan lebih rendah dibandingkan periode pembanding. Ketiganya perlu dibedakan karena penurunan omzet belum tentu berarti jumlah pembeli ikut berkurang.
Persentase penurunan dapat dihitung dengan rumus:
Penurunan penjualan = [(penjualan sebelumnya − penjualan saat ini) ÷ penjualan sebelumnya] × 100%
Jika omzet turun dari Rp100 juta menjadi Rp80 juta, penurunannya sebesar 20%. Rumus ini berlaku ketika nilai penjualan periode sebelumnya lebih dari nol.
Baca Juga: Cara Mengatur Cash Flow Perusahaan Agar Tetap Sehat & Stabil
9 Penyebab Penjualan Menurun yang Perlu Dievaluasi
Cek faktor umum yang menyebabkan penjualan menurun di bawah ini!
1. Jangkauan Pemasaran Berkurang
Berkurangnya jangkauan konten, kunjungan website, atau aktivitas promosi dapat mengurangi jumlah calon pembeli. Akibatnya, peluang transaksi ikut menyusut meskipun produk masih diminati.
Periksa kunjungan dari setiap kanal. Jika penurunan terutama berasal dari pencarian, evaluasi halaman dan kata kunci yang kehilangan pengunjung sebelum menambah anggaran iklan.
Baca Juga: Strategi Efektif Sosial Media Marketing untuk Dorong Penjualan
2. Promosi Menjangkau Audiens yang Kurang Tepat
Banyak pengunjung belum tentu berarti banyak calon pembeli. Promosi yang terlalu luas atau pesan yang tidak sesuai dapat menarik orang yang belum membutuhkan produk Anda.
Bandingkan kanal berdasarkan pesanan yang dibayar, bukan hanya klik. Perjelas target pelanggan dan sesuaikan pesan promosi dengan kebutuhan mereka.
3. Kebutuhan Pelanggan Berubah
Produk yang sebelumnya diminati belum tentu terus sesuai dengan kebutuhan pasar. Pelanggan mungkin beralih ke ukuran berbeda, produk alternatif, atau paket yang lebih hemat.
Tinjau produk yang sering dilihat tetapi jarang dibeli. Tanyakan alasan pelanggan menunda pembelian untuk mengetahui apakah masalahnya terletak pada produk, manfaat, atau pilihan yang tersedia.
4. Proses Checkout Terlalu Rumit
Checkout adalah tahap ketika pelanggan mengonfirmasi pesanan dan menyelesaikan pembelian. Formulir panjang, kewajiban membuat akun, atau halaman bermasalah dapat membuat pelanggan berhenti sebelum membayar.
Data 2026 Baymard Institute menunjukkan 17% pembeli online Amerika Serikat melaporkan meninggalkan pesanan karena checkout terlalu panjang atau rumit.
Temuan ini bukan tolok ukur khusus Indonesia, tetapi menjadi alasan untuk mengevaluasi alur belanja.
Baca Juga: Cara Buat Checkout Page yang Cepat, Mudah, dan Tinggi Konversi
5. Pilihan dan Proses Pembayaran Menyulitkan
Pelanggan yang siap membeli dapat mengurungkan transaksi ketika metode pembayaran pilihannya tidak tersedia atau instruksi pembayaran membingungkan.
Dalam data Baymard yang sama, keterbatasan metode pembayaran tercatat sebagai alasan meninggalkan pesanan sebesar 9%.
Periksa metode yang diminta pelanggan dan kendala transaksi. Bedakan pembayaran gagal, tertunda, dan kedaluwarsa agar tindak lanjut sesuai dengan masalahnya.
Baca Juga: Payment Gateway untuk E-Commerce
6. Harga dan Biaya Tambahan Kurang Menarik
Pelanggan mempertimbangkan total biaya, termasuk ongkir dan biaya lainnya. Harga produk yang terlihat terjangkau dapat kehilangan daya tarik ketika total pembayaran baru muncul pada tahap akhir.
Bandingkan penawaran dengan produk setara dan tampilkan biaya secara transparan.
Evaluasi paket hemat atau subsidi ongkir secara terbatas dengan tetap memperhitungkan margin.
7. Penawaran Pesaing Lebih Meyakinkan
Pesaing mungkin menawarkan pengiriman lebih cepat, paket lebih lengkap, atau layanan yang lebih sesuai. Pelanggan pun memiliki alasan untuk beralih meskipun harga Anda tidak lebih mahal.
Identifikasi keunggulan yang benar-benar bisa diberikan bisnis Anda. Jelaskan manfaatnya secara spesifik agar pelanggan memahami alasan memilih produk Anda.
Baca Juga: Meningkatkan Brand Awareness: Lebih dari Sekedar Dikenal
8. Kepercayaan terhadap Bisnis Belum Terbangun
Informasi produk yang minim, ulasan yang tidak meyakinkan, atau kebijakan pengembalian yang tidak jelas dapat membuat pelanggan ragu membeli, terutama saat pertama kali bertransaksi.
Tampilkan foto dan deskripsi yang akurat, ulasan asli, identitas bisnis, serta kontak bantuan. Hindari klaim berlebihan yang tidak dapat dibuktikan.
9. Pembelian Ulang dari Pelanggan Lama Berkurang
Penjualan dapat melemah ketika bisnis terus mencari pelanggan baru, sementara pelanggan lama semakin jarang kembali. Penyebabnya bisa berupa pengalaman kurang memuaskan atau komunikasi yang tidak relevan.
Pisahkan transaksi pelanggan baru dan pelanggan lama. Evaluasi keluhan serta siklus pembelian untuk menentukan waktu dan penawaran yang tepat bagi pelanggan yang ingin berbelanja kembali.
Baca Juga: Cara Meningkatkan Repeat Order agar Pelanggan Kembali
Cara Mengatasi Penjualan Menurun dan Kembali Meningkatkan Omzet
1. Temukan Tahap yang Mengalami Penurunan
Mulailah dari tiga komponen: jumlah kunjungan, tingkat konversi, dan rata-rata nilai pesanan. Tingkat konversi menunjukkan proporsi kunjungan yang menghasilkan pembelian, sedangkan rata-rata nilai pesanan menunjukkan nilai penjualan per pesanan.
Gunakan tabel berikut sebagai diagnosis awal, kemudian validasi penyebabnya melalui data dan masukan pelanggan.
| Gejala | Data yang perlu diperiksa | Prioritas tindakan |
| Kunjungan dan pesanan sama-sama turun | Kunjungan per kanal dan produk | Evaluasi jangkauan serta permintaan |
| Kunjungan stabil, pesanan turun | Perjalanan dari halaman produk hingga pembayaran | Perbaiki tahap dengan penurunan terbesar |
| Pesanan stabil, omzet turun | Nilai pesanan, diskon, komposisi produk | Evaluasi paket dan strategi harga |
| Banyak pesanan belum dibayar | Status pembayaran dan waktu kedaluwarsa | Periksa instruksi serta kendala pembayaran |
| Pembelian ulang turun | Riwayat pelanggan dan keluhan | Perbaiki layanan serta komunikasi lanjutan |
Pastikan pencatatan konsisten. Perubahan alat analitik atau pesanan yang tercatat ganda dapat membuat perbandingan menyesatkan.
2. Sesuaikan Promosi dengan Masalahnya
Jika kunjungan berkurang, perbaiki distribusi konten dan kampanye yang mendatangkan calon pembeli relevan. Jika pengunjung sudah banyak tetapi belum membeli, evaluasi manfaat produk, kredibilitas toko, serta total biaya.
Hindari langsung memberikan diskon untuk semua produk. Uji penawaran pada segmen tertentu dan pantau margin agar kenaikan transaksi tetap mendukung keuntungan bisnis.
3. Permudah Pelanggan Menyelesaikan Pembayaran
Sediakan metode pembayaran sesuai kebutuhan pelanggan, misalnya virtual account, QRIS, e-wallet, atau kartu kredit.
Payment gateway membantu menghubungkan website atau aplikasi bisnis dengan berbagai metode pembayaran. Untuk penjualan melalui chat, tautan pembayaran dapat membantu pelanggan mengakses instruksi pembayaran setelah pesanan disepakati.
Jika pelanggan mengaku sudah membayar, cocokkan nomor pesanan, referensi transaksi, nominal, dan status pada sistem penyedia pembayaran. Jangan meminta pelanggan membayar ulang sebelum status transaksi dipastikan.
4. Tingkatkan Nilai Pesanan dan Pembelian Ulang
Tawarkan produk pelengkap atau paket yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Pastikan manfaat paket mudah dipahami dan harga akhirnya transparan.
Untuk pembelian ulang, kirim pengingat yang relevan kepada pelanggan yang bersedia menerima komunikasi. Contohnya, pengingat pembelian kembali berdasarkan siklus pemakaian produk, disertai akses pemesanan yang mudah.
5. Ukur Hasil Perbaikan Secara Bertahap
Pantau jumlah pesanan dibayar, nilai penjualan, margin, dan tingkat keberhasilan pembayaran. Gunakan definisi metrik serta periode pembanding yang konsisten.
Sebagai ilustrasi, dari 1.000 pesanan yang dibuat, 600 telah dibayar. Rasio pesanan dibayar adalah 60%. Jika menjadi 650 dari 1.000 pesanan, rasionya naik menjadi 65%, atau lima poin persentase.
Bagaimana Faspay Membantu Mempermudah Pembayaran?
Faspay merupakan penyedia solusi pembayaran digital untuk bisnis di Indonesia.
Salah satu produknya, Faspay Billing, memungkinkan bisnis mengirim invoice digital melalui email atau membagikan payment link melalui platform chat, termasuk untuk bisnis tanpa website.
Dengan alur tersebut, pelanggan dapat melanjutkan pesanan yang disepakati melalui chat menuju pembayaran. Sesuaikan pilihan solusi dengan model bisnis dan kebutuhan integrasi Anda.
Perbaikan pembayaran membantu mengurangi hambatan pada tahap transaksi. Hasil penjualan tetap dipengaruhi permintaan, penawaran, harga, dan kualitas layanan.
Kesimpulan
Penjualan menurun perlu diatasi dengan mengenali sumber masalahnya, mulai dari pemasaran yang kurang tepat hingga proses pembayaran yang menyulitkan. Evaluasi data penjualan dan perbaiki pengalaman pelanggan untuk membuka peluang peningkatan omzet.
Permudah pelanggan menyelesaikan transaksi dengan solusi pembayaran digital Faspay yang sesuai kebutuhan bisnis Anda. Yuk, kunjungi Faspay sekarang dan daftarkan bisnis Anda sebagai merchant untuk mendapatkan solusi payment gateway terbaik yang aman, cepat, dan terpercaya!