Faspay Blog
Cari tahu tentang tips bisnis online, teknologi pembayaran, pemasaran digital, dan segala yang ingin diketahui tentang Faspay
Cara lapor penipuan online dapat dilakukan melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) OJK, bank atau penyedia pembayaran, serta kepolisian. Jika penipuan melibatkan nomor telepon, Anda juga dapat melaporkannya melalui AduanNomor milik Komdigi.
Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Indonesia Anti-Scam Centre telah menerima 702.342 laporan penipuan sejak beroperasi pada November 2024 hingga 30 September 2026. Total dana korban yang berhasil diblokir mencapai Rp811,1 miliar.
Lantas, bagaimana cara melaporkan penipuan online dan apakah uang yang hilang bisa kembali? Simak panduan berikut.
Baca Juga: Social Engineering Mengintai, Ini Modus & Cara Menghindarinya
Apa yang Harus Dilakukan Setelah Menjadi Korban Penipuan Online?
Jika menjadi korban penipuan online, segera hubungi penyedia layanan keuangan, amankan akun, dan simpan seluruh bukti transaksi. Semakin cepat laporan disampaikan, semakin besar peluang dana yang masih tersedia untuk diamankan.
Berikut langkah awal yang perlu dilakukan:
- Hubungi bank atau e-wallet. Laporkan transaksi mencurigakan melalui layanan pelanggan resmi dan minta bantuan penanganan sesuai prosedur.
- Amankan akun. Ganti password, aktifkan autentikasi dua faktor, dan jangan berikan OTP atau PIN kepada siapa pun.
- Simpan bukti penipuan. Kumpulkan bukti transfer, percakapan, nomor rekening, serta informasi pelaku.
- Hentikan komunikasi dengan pelaku. Jangan mengirim uang tambahan, termasuk jika pelaku menjanjikan pengembalian dana.
Setelah melakukan langkah tersebut, lanjutkan pelaporan melalui kanal resmi berikut.
Mengapa Live Commerce Makin Populer di Indonesia?
Cara lapor penipuan online di Indonesia dapat dilakukan melalui bank atau e-wallet, IASC OJK, kepolisian, AduanNomor Komdigi, dan platform tempat penipuan terjadi. Setiap kanal memiliki fungsi berbeda dalam menangani transaksi, laporan hukum, maupun akun yang disalahgunakan.
-
Laporkan ke Bank atau E-Wallet
Jika penipuan melibatkan transfer uang, segera hubungi bank atau penyedia dompet digital yang digunakan.
Berikut langkah-langkahnya:
- Hubungi customer service melalui aplikasi, website, atau nomor resmi.
- Jelaskan kronologi kejadian, termasuk tanggal dan nominal transaksi.
- Sertakan nomor rekening tujuan dan bukti pembayaran.
- Minta bantuan penanganan transaksi terindikasi penipuan.
- Simpan nomor pengaduan untuk memantau tindak lanjut.
Bank atau penyedia pembayaran dapat melakukan pemeriksaan dan berkoordinasi dengan pihak terkait sesuai ketentuan yang berlaku.
Penting: Permintaan pemblokiran rekening tidak otomatis disetujui. Tindak lanjut bergantung pada hasil verifikasi dan prosedur lembaga keuangan.
-
Laporkan melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) OJK
Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) merupakan forum koordinasi yang dipimpin OJK melalui Satgas PASTI untuk mempercepat penanganan penipuan transaksi keuangan.
IASC menghubungkan laporan korban dengan lembaga keuangan terkait guna mengupayakan penundaan transaksi, pemblokiran rekening, dan penyelamatan dana.
Cara lapor penipuan online melalui IASC:
- Kunjungi website resmi iasc.ojk.go.id.
- Pilih menu Lapor Sekarang.
- Siapkan dan lengkapi identitas pelapor.
- Masukkan informasi rekening korban serta rekening terlapor.
- Jelaskan kronologi dan detail transaksi.
- Unggah bukti transfer, percakapan, dan dokumen pendukung.
- Kirim laporan dan simpan nomor laporan.
- Pantau perkembangannya melalui fitur Cek Laporan.
Berdasarkan panduan IASC, pelapor perlu menyiapkan identitas, informasi transaksi, serta bukti digital yang relevan. Jika dana dikirim ke beberapa rekening pelaku, laporan terpisah mungkin diperlukan.
IASC berfokus pada penanganan finansial. Oleh karena itu, korban juga perlu membuat laporan kepolisian untuk proses hukum.
Sumber: Indonesia Anti-Scam Centre – OJK
-
Buat Laporan ke Kepolisian
Selain melapor ke IASC, korban dapat membuat laporan polisi melalui Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).
SPKT merupakan layanan resmi Polri yang menerima laporan atau pengaduan masyarakat, termasuk dugaan tindak pidana penipuan.
Langkah-langkah pelaporannya:
- Datangi kantor polisi terdekat yang melayani laporan.
- Siapkan identitas diri dan bukti penipuan.
- Jelaskan kronologi kejadian secara runtut.
- Serahkan informasi pelaku yang diketahui.
- Ikuti proses pemeriksaan dan simpan dokumen tanda terima laporan.
Bukti seperti tangkapan layar percakapan, nomor rekening, dan riwayat transfer dapat membantu proses penelusuran.
Untuk informasi layanan kepolisian, masyarakat juga dapat menghubungi 110.
Sumber: Layanan SPKT Polri
-
Laporkan Nomor Penipu melalui AduanNomor Komdigi
Jika penipuan dilakukan melalui telepon, SMS, atau WhatsApp, Anda dapat melaporkan nomor yang digunakan pelaku melalui AduanNomor.
AduanNomor.id merupakan layanan resmi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk menerima laporan penyalahgunaan nomor seluler.
Cara melaporkannya:
- Buka website aduannomor.id.
- Pilih fitur Laporkan Nomor Seluler.
- Isi formulir dan informasi nomor yang dilaporkan.
- Sertakan bukti pendukung sesuai permintaan sistem.
- Kirim laporan dan simpan nomor tiket pengaduan.
Anda juga dapat menggunakan fitur Periksa Nomor Seluler untuk mengetahui apakah nomor tertentu pernah dilaporkan atas dugaan penipuan.
Namun, layanan ini berfokus pada penyalahgunaan nomor seluler, bukan pengembalian dana korban.
-
Laporkan Akun ke Marketplace atau Media Sosial
Penipuan online juga dapat terjadi melalui marketplace, Instagram, Facebook, maupun platform digital lainnya.
Jika penipuan terjadi di suatu platform, gunakan fitur pelaporan resmi yang tersedia.
Sebagai contoh, jika tertipu toko online palsu, laporkan akun penjual beserta bukti transaksi dan percakapan. Jika pembayaran diproses melalui sistem marketplace, hubungi layanan pelanggan untuk menanyakan prosedur penyelesaian sengketa.
Pelaporan ini dapat membantu platform meninjau akun yang diduga melanggar ketentuan dan mengambil tindakan sesuai kebijakannya.
Perlu diingat, melaporkan akun penipu tidak sama dengan melaporkan kehilangan dana. Apabila sudah mentransfer uang, tetap lakukan pelaporan kepada penyedia pembayaran dan IASC.
Apakah Uang Hasil Penipuan Online Bisa Kembali?
Uang hasil penipuan online berpotensi dikembalikan apabila dana berhasil diamankan dan memenuhi persyaratan pengembalian. Namun, pelaporan tidak menjamin seluruh uang korban dapat kembali.
Berdasarkan laporan OJK per 30 September 2026, IASC telah berhasil mengembalikan dana korban sebesar Rp207,16 miliar dari rekening di 24 bank yang digunakan pelaku penipuan.
Proses pengembalian bergantung pada sejumlah faktor, termasuk keberadaan dana, hasil penelusuran transaksi, dan ketentuan yang berlaku.
Karena itu, korban sebaiknya tidak menunda pelaporan meskipun nilai kerugiannya relatif kecil.
Bagaimana Cara Menghindari Penipuan Pembayaran Online?
Pencegahan penipuan dimulai dengan memastikan identitas penerima, memverifikasi transaksi, dan menjaga kerahasiaan akses akun.
Berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan:
- Periksa identitas penerima pembayaran. Pastikan nama rekening atau merchant sesuai sebelum menyetujui transaksi.
- Hindari tautan mencurigakan. Jangan memasukkan informasi pribadi atau kredensial melalui website yang belum terverifikasi.
- Jangan bagikan OTP dan PIN. Pihak yang mengaku sebagai petugas resmi sekalipun tidak boleh meminta informasi rahasia tersebut.
- Verifikasi bukti pembayaran. Jangan mengandalkan screenshot karena bukti transfer dapat dimanipulasi.
- Gunakan kanal pembayaran resmi. Pastikan instruksi pembayaran berasal dari penjual atau platform yang benar.
Baca Juga: 7 Cara Cek Bukti Transfer Palsu, Jangan Terkecoh Screenshot!
Mengapa Verifikasi Pembayaran Penting bagi Bisnis?
Bagi pelaku bisnis, risiko penipuan tidak hanya berasal dari pencurian dana, tetapi juga manipulasi informasi pembayaran.
Contohnya, pelanggan mengirimkan bukti transfer palsu dan meminta pesanan segera dikirim. Jika admin hanya mengandalkan screenshot, barang berisiko dikirim meskipun pembayaran belum diterima.
Karena itu, bisnis perlu memverifikasi pembayaran melalui mutasi rekening atau sistem pembayaran resmi sebelum memproses pesanan.
Penggunaan payment gateway dapat membantu bisnis memantau status pembayaran, mencocokkan transaksi dengan pesanan, serta menyimpan catatan pembayaran secara lebih terstruktur.
Sebagai penyedia jasa pembayaran yang berizin dan diawasi Bank Indonesia, Faspay menyediakan solusi payment gateway dengan dashboard pemantauan transaksi dan laporan pembayaran untuk mendukung operasional bisnis.
Melalui informasi status transaksi yang terintegrasi, bisnis dapat mengurangi ketergantungan pada pemeriksaan bukti transfer manual.
Meski demikian, penggunaan payment gateway tetap perlu didukung prosedur verifikasi dan pengamanan akun untuk meminimalkan risiko penipuan.
Baca Juga: Modus QRIS Palsu dan Cara Menghindarinya
Pertanyaan Umum Seputar Cara Lapor Penipuan Online
Apakah penipuan online bisa dilaporkan tanpa mengetahui identitas pelaku?
Bisa. Korban dapat memberikan informasi yang tersedia, seperti nomor rekening, nomor telepon, akun media sosial, dan bukti transaksi. Informasi tersebut membantu proses verifikasi serta penelusuran.
Berapa lama proses pelaporan penipuan online?
Durasi penanganan bergantung pada kelengkapan dokumen, proses verifikasi, dan koordinasi antarlembaga. Tidak ada satu jangka waktu yang berlaku untuk semua kasus.
Apakah laporan melalui IASC dikenakan biaya?
Pelaporan melalui portal resmi IASC tidak dikenakan biaya. Waspadai pihak yang meminta pembayaran dengan alasan mempercepat proses atau menjamin pengembalian dana.
Ke mana harus melapor jika penipu menggunakan rekening bank?
Segera laporkan transaksi kepada bank pengirim, kemudian ajukan laporan melalui IASC OJK dan kepolisian. Siapkan bukti transfer dan informasi rekening pelaku untuk mendukung proses penanganan.
Kesimpulan
Cara lapor penipuan online dapat dilakukan melalui bank atau e-wallet, IASC OJK, kepolisian, AduanNomor Komdigi, dan platform terkait. Langkah terpenting adalah bertindak cepat, menyimpan bukti, serta menggunakan kanal resmi.
Bagi bisnis, pencegahan juga perlu menjadi prioritas. Verifikasi transaksi melalui sistem pembayaran resmi dapat membantu mengurangi risiko manipulasi bukti pembayaran.
Kelola pembayaran bisnis lebih praktis bersama Faspay. Dengan payment gateway dan pemantauan status transaksi yang terintegrasi, bisnis dapat memverifikasi pembayaran secara lebih terstruktur tanpa hanya mengandalkan bukti transfer manual.
Yuk, kunjungi Faspay sekarang dan daftarkan bisnis Anda sebagai merchant untuk mendapatkan solusi payment gateway terbaik yang aman, cepat, dan terpercaya!