Faspay Blog
Cari tahu tentang tips bisnis online, teknologi pembayaran, pemasaran digital, dan segala yang ingin diketahui tentang Faspay
WhatsApp Commerce adalah proses jual beli yang menggunakan WhatsApp sebagai bagian dari customer journey, mulai dari percakapan, pemesanan, hingga pembayaran. Agar chat benar-benar berakhir menjadi transaksi, bisnis perlu menghubungkan proses komunikasi dengan sistem pembayaran yang praktis dan mudah dipantau.
Salah satu caranya adalah menggunakan payment gateway untuk membawa pelanggan dari chat langsung ke tahap pembayaran. Cek bagaimana WhatsApp Commerce bekerja dan bagaimana payment gateway membantu mengubah percakapan menjadi transaksi di artikel ini.
Baca Juga: Mengenal Payment Gateway: Pengertian, Cara Kerja, Manfaat & Keuntungannya
Apa Itu WhatsApp Commerce?
WhatsApp Commerce adalah penggunaan WhatsApp sebagai kanal untuk membantu pelanggan mencari informasi, memilih produk atau layanan, membuat pesanan, dan melanjutkan pembayaran.
Dalam praktiknya, alur WhatsApp Commerce dapat terlihat seperti ini:
Pelanggan chat → memilih produk → pesanan dikonfirmasi → payment link dikirim → pelanggan membayar → bisnis menerima status transaksi → pesanan diproses.
Model ini cocok untuk bisnis yang proses penjualannya banyak terjadi melalui percakapan, terutama ketika pelanggan perlu bertanya atau berkonsultasi sebelum membeli.
Bagaimana Payment Gateway Mendukung WhatsApp Commerce?
WhatsApp membantu bisnis mengelola percakapan, sedangkan payment gateway membantu menangani tahap transaksi.
Setelah detail pesanan dikonfirmasi melalui chat, bisnis dapat membuat payment link lalu mengirimkannya langsung melalui WhatsApp. Pelanggan cukup membuka tautan tersebut, memilih metode pembayaran, dan menyelesaikan transaksi.
Baca Juga: Payment Link: Pengertian, Fungsi & Manfaatnya untuk Dorong Penjualan
Dengan alur ini, admin tidak perlu selalu meminta pelanggan melakukan transfer manual lalu mengirim screenshot sebagai bukti pembayaran.
Payment gateway juga membantu bisnis menerima status transaksi secara lebih terstruktur sehingga pembayaran dapat dicocokkan dengan pesanan sebelum barang atau layanan diproses.
Contoh Penggunaan Payment Gateway untuk WhatsApp Commerce
1. Online Shop
Pelanggan bertanya tentang stok, ukuran, atau warna melalui WhatsApp. Setelah produk dipilih, admin mengonfirmasi total pesanan lalu mengirim payment link.
Pelanggan dapat langsung membayar melalui metode pembayaran yang tersedia tanpa perlu meminta nomor rekening secara terpisah.
2. Salon dan Klinik Kecantikan
Pelanggan biasanya bertanya jadwal, treatment, atau dokter terlebih dahulu sebelum melakukan booking.
Setelah jadwal disepakati, bisnis dapat mengirim payment link untuk pembayaran deposit. Status pembayaran kemudian menjadi referensi sebelum booking dikonfirmasi.
3. Travel dan Reservasi
Untuk perjalanan, penginapan, atau layanan reservasi, nominal transaksi sering baru ditentukan setelah detail jadwal dan kebutuhan pelanggan dikonfirmasi melalui chat.
Payment link dapat dikirim setelah harga final disepakati sehingga proses pembayaran tetap terhubung dengan percakapan sebelumnya.
4. Bisnis B2B dan Professional Services
Sales atau account manager dapat melakukan konsultasi, mengirim penawaran, lalu melanjutkan transaksi melalui invoice digital atau payment link.
Alur ini dapat digunakan untuk jasa profesional, agency, supplier, maupun bisnis lain yang tidak selalu memiliki proses checkout langsung di website.
Membuat Alur WhatsApp Commerce Lebih Efisien
Agar WhatsApp Commerce tidak berhenti sebagai aktivitas chat biasa, bisnis perlu membuat alur transaksi yang konsisten.
Pertama, gunakan nomor pesanan atau invoice yang jelas. Setiap transaksi sebaiknya memiliki referensi agar pembayaran lebih mudah dicocokkan.
Kedua, kirim payment link setelah detail transaksi final. Pastikan nominal, produk, dan informasi pelanggan sudah benar sebelum tagihan dibuat.
Ketiga, gunakan status transaksi sebagai referensi pembayaran. Jangan hanya mengandalkan screenshot dari pelanggan karena bukti pembayaran tetap perlu diverifikasi.
Keempat, buat proses setelah pembayaran sejelas mungkin. Setelah pembayaran berhasil, pesanan dapat diteruskan ke tahap pengiriman, reservasi, atau fulfillment sesuai jenis bisnis.
Dengan alur tersebut, WhatsApp berfungsi sebagai kanal komunikasi, sementara payment gateway membantu membangun proses transaksi di belakangnya.
WhatsApp Commerce dengan Faspay
Bisnis yang menerima pesanan melalui WhatsApp dapat menggunakan Faspay Billing untuk membuat digital invoice dan payment link yang dapat dibagikan melalui WhatsApp maupun platform komunikasi lainnya.
Contohnya, setelah pelanggan selesai berkonsultasi melalui WhatsApp, bisnis dapat membuat tagihan sesuai nominal transaksi lalu mengirim payment link melalui chat. Pelanggan kemudian memilih metode pembayaran yang tersedia dan menyelesaikan transaksi melalui halaman pembayaran.
Faspay juga menyediakan berbagai metode pembayaran untuk kebutuhan transaksi online dan telah beroperasi di industri pembayaran Indonesia sejak 2003 sebagai Penyedia Jasa Pembayaran yang berizin dan diawasi Bank Indonesia.
Dengan model ini, bisnis tidak perlu mengubah WhatsApp menjadi sistem pembayaran. WhatsApp tetap digunakan untuk berinteraksi dengan pelanggan, sementara proses pembayaran ditangani melalui infrastruktur yang memang dirancang untuk memproses transaksi.
Kesimpulan
WhatsApp Commerce bekerja lebih efektif ketika percakapan tidak berhenti pada tahap “deal”, tetapi dapat diteruskan langsung ke proses pembayaran.
Payment gateway dan payment link membantu menghubungkan chat dengan transaksi melalui alur yang lebih terstruktur: pelanggan memesan melalui WhatsApp, menerima payment link, menyelesaikan pembayaran, lalu bisnis memproses pesanan berdasarkan status transaksi.
Yuk, kunjungi Faspay sekarang dan daftarkan bisnis Anda sebagai merchant untuk mendapatkan solusi payment gateway terbaik yang aman, cepat, dan terpercaya!