Faspay Blog

Cari tahu tentang tips bisnis online, teknologi pembayaran, pemasaran digital, dan segala yang ingin diketahui tentang Faspay

top-of-mind-strategi-diingat-konsumen

Top of mind adalah kondisi ketika sebuah merek menjadi nama pertama yang spontan diingat konsumen saat memikirkan kategori produk atau kebutuhan tertentu, tanpa diberi pilihan jawaban.

Jika seseorang ditanya, “Merek apa yang langsung terlintas saat ingin membeli skincare?” dan menyebut brand Anda pertama kali, brand tersebut top of mind bagi orang itu dalam konteks pertanyaan tersebut. (Source: Universal Marketing Dictionary)

Untuk mencapainya, bisnis perlu menghubungkan merek dengan kebutuhan yang jelas, menyampaikan pesan secara konsisten, lalu menepati janji saat pelanggan benar-benar bertransaksi. Berikut cara menerapkannya dan mengukur hasilnya!

Apa Perbedaan Top of Mind, Brand Recall, dan Brand Recognition?

Ketiganya menjelaskan tingkat ingatan konsumen terhadap merek, tetapi cara mengukurnya berbeda.

Istilah Cara mengecek Contoh jawaban
Brand recognition Konsumen melihat nama atau logo, lalu mengenalinya. “Oh, saya pernah lihat merek ini.”
Brand recall Konsumen menyebut merek tanpa melihat daftar pilihan. “Saya ingat merek A dan B.”
Top of mind Konsumen menyebut merek pertama kali tanpa bantuan. “Yang langsung terpikir adalah merek A.”

Jadi, top of mind adalah bentuk brand recall yang paling spesifik, yaitu kondisi ketika merek Anda berada pada urutan pertama di ingatan konsumen.

Mengapa Top of Mind Penting bagi Bisnis?

Top of mind membantu brand muncul lebih cepat saat konsumen membutuhkan produk atau layanan tertentu.

1. Masuk Pertimbangan Lebih Awal

Brand yang langsung teringat punya peluang lebih besar untuk dipertimbangkan sejak awal.

2. Memperkuat Asosiasi Brand

Top of mind membuat brand identik dengan kebutuhan tertentu, bukan sekadar sering terlihat.

3. Hadir Saat Intent Meningkat

Dalam B2B, brand yang diingat saat calon pelanggan mencari solusi punya peluang lebih besar untuk masuk proses pembelian.

Bagaimana Cara Membuat Brand Menjadi Top of Mind?

1. Pilih kebutuhan yang ingin dikaitkan dengan brand

Mulailah dari pertanyaan: “Saat menghadapi masalah apa pelanggan seharusnya mengingat kami?” Jawaban yang tajam akan memandu pesan pemasaran.

Toko perlengkapan lari, misalnya, bisa memilih konteks “mencari sepatu lari pertama”, sementara penyedia solusi pembayaran dapat memilih “membuat checkout online lebih mudah dikelola”.

Catat dua atau tiga situasi yang paling dekat dengan produk, lalu sesuaikan halaman situs, konten, dan kampanye untuk masing-masing situasi.

Asosiasi yang jelas lebih mudah dipahami dan diuji daripada janji umum seperti “solusi terbaik untuk semua bisnis”.

2. Ulangi pesan yang sama dalam bentuk yang berguna

Konsistensi bukan berarti menerbitkan iklan identik setiap hari. Pesan inti dapat muncul lewat artikel panduan, video singkat, studi kasus, email, hingga penjelasan tim sales, masing-masing menjawab pertanyaan pelanggan dari sudut berbeda.

Jika sebuah brand ingin dikenal karena proses booking yang praktis, tunjukkan bagaimana pelanggan memilih jadwal, membayar deposit, dan menerima detail pesanan.

Orang mendapat informasi yang mereka butuhkan sekaligus melihat alasan untuk mengingat brand tersebut. Gunakan istilah dan manfaat yang selaras di setiap kanal agar pengalaman mereka terasa menyambung.

3. Hadir ketika pelanggan mencari jawaban

Cari tahu pertanyaan yang muncul sebelum orang siap membeli. Untuk bisnis pembayaran, pertanyaan itu bisa berupa “apa itu payment gateway”, “cara menerima pembayaran lewat website”, atau “bagaimana mengirim invoice online”. Jawab langsung di awal konten, lalu beri contoh penggunaan, batasan, dan langkah berikutnya.

Bangun hubungan antarkonten dengan tautan internal yang relevan. Artikel yang menjelaskan konsep dapat mengarah ke panduan implementasi dan halaman produk sesuai kebutuhan pembaca.

4. Perlihatkan bukti di balik janji brand

Klaim “mudah”, “cepat”, atau “tepercaya” perlu konteks yang dapat diperiksa.

Jelaskan proses kerja, tampilkan contoh penerapan, berikan jawaban atas kendala umum, dan cantumkan identitas penulis atau peninjau yang memahami topiknya. Bila memakai testimoni atau angka performa, pastikan sumber serta konteksnya jelas.

Untuk penyedia layanan pembayaran, pembahasan yang konkret dapat mencakup kapan bisnis memerlukan payment link, bagaimana invoice dikirim, atau pertanyaan apa yang perlu diajukan tentang integrasi dan penyelesaian dana. Penjelasan seperti ini lebih membantu calon pelanggan daripada klaim besar tanpa rincian.

5. Jaga pengalaman setelah konsumen memilih

Pemasaran dapat membuat orang mengingat brand, sedangkan pengalaman bertransaksi menentukan kesan yang mereka bawa pulang.

Periksa titik yang sering menimbulkan hambatan: formulir pemesanan, instruksi pembayaran, pilihan metode bayar, informasi status transaksi, dan bantuan ketika pembayaran gagal.

Contohnya, pelanggan sudah memutuskan membeli produk dari sebuah toko, tetapi tidak menemukan metode pembayaran yang biasa ia pakai. Toko itu tetap berhasil menarik perhatian, namun belum tentu berhasil menyelesaikan penjualan. Ketika alur pembayaran sesuai dengan cara pelanggan berbelanja, janji kemudahan yang disampaikan sejak awal terasa lebih nyata.

6. Sesuaikan strategi untuk pelanggan baru dan pelanggan lama

Calon pelanggan memerlukan alasan untuk mengenal dan mempercayai brand. Pelanggan lama memerlukan alasan untuk kembali. Karena itu, selain membuat konten penemuan, siapkan komunikasi yang berguna setelah pembelian: informasi penggunaan, pengingat layanan yang relevan, atau jawaban untuk pertanyaan yang sering muncul.

Jaga frekuensi dan relevansinya. Mengirim pesan terlalu sering tanpa manfaat yang jelas bisa membuat brand diingat karena pengalaman yang kurang menyenangkan.

Bagaimana Cara Mengukur Top of Mind?

Gunakan survei singkat dengan pertanyaan terbuka kepada orang yang sesuai target pasar: “Saat memikirkan [kategori produk atau kebutuhan], merek apa yang pertama kali terlintas?” Jangan tampilkan nama brand atau daftar pilihan sebelum mereka menjawab.

Rumus sederhananya:

Top of mind awareness = (jumlah responden yang menyebut brand Anda pertama kali ÷ jumlah seluruh responden yang relevan) × 100%.

Jika 22 dari 100 responden menyebut brand Anda pertama kali, hasilnya 22% untuk kelompok dan kategori yang disurvei. Ulangi survei dengan pertanyaan, profil responden, dan metode yang sebanding agar perubahan antarperiode lebih masuk akal untuk dibaca. Bila bisnis melayani beberapa kategori, ukur masing-masing secara terpisah. Universal Marketing Dictionary

Apa Hubungan Pembayaran Digital dengan Top of Mind?

Pembayaran digital tidak otomatis membuat sebuah brand menjadi top of mind. Perannya adalah membantu bisnis menepati pengalaman yang dijanjikan ketika pelanggan sudah memilih. Jika brand dikenal karena serba praktis, proses membayar sebaiknya juga mudah dipahami dan sesuai dengan kanal penjualannya.

Sebagai penyedia solusi pembayaran digital, Faspay mendukung dua kebutuhan yang berbeda: Faspay Business untuk menerima pembayaran pada website atau aplikasi melalui berbagai kanal, serta Faspay Billing untuk membuat invoice digital dan mengirim payment link lewat email atau chat, termasuk bagi bisnis tanpa website. Pilihan produk dan metode pembayaran perlu disesuaikan dengan alur operasional masing-masing bisnis. Faspay Business

Misalnya, toko online dapat mengevaluasi pilihan pembayaran di halaman checkout, sementara bisnis yang menerima pesanan melalui chat dapat mengevaluasi alur invoice dan payment link. Keduanya membantu mengurangi jarak antara pelanggan yang sudah berniat membeli dan transaksi yang berhasil diselesaikan.

Kesimpulan

Menjadi top of mind berarti menjadi merek pertama yang teringat saat kebutuhan tertentu muncul.

Cara membangun top of mind dimulai dari asosiasi yang jelas, pesan yang konsisten, konten yang menjawab pertanyaan pelanggan, dan bukti yang mendukung janji brand. Ukur hasilnya lewat survei tanpa bantuan agar Anda tahu apakah merek benar-benar muncul pertama di benak target pasar.

Yuk, kunjungi Faspay sekarang dan daftarkan bisnis Anda sebagai merchant untuk mendapatkan solusi payment gateway terbaik yang aman, cepat, dan terpercaya!

Lihat Artikel Lainnya

apa-itu-pjp

Apa Itu PJP? Kenali Perannya dalam Pembayaran Digital

whatsapp-commerce

Mengubah Chat Jadi Transaksi dengan WhatsApp Commerce

top-of-mind-strategi-diingat-konsumen

Top of Mind: 6 Strategi Jitu Diingat Konsumen

peluang-bisnis-logistik-dengan-payment-gateway

Maksimalkan Peluang Bisnis Logistik dengan Payment Gateway