Faspay Blog
Cari tahu tentang tips bisnis online, teknologi pembayaran, pemasaran digital, dan segala yang ingin diketahui tentang Faspay
Bank digital semakin populer, terutama di kalangan konsumen muda, dan tren ini ikut mengubah cara pelanggan bertransaksi. Survei Populix terhadap 1.100 Gen Z dan milenial pada 2025 menunjukkan 24% menggunakan bank digital untuk mengelola keuangan. Pada 2026, 56% nasabah blu by BCA Digital juga berasal dari Gen Z.
Bagi bisnis, tren ini berarti preferensi pembayaran pelanggan ikut berubah dan perlu diantisipasi.
Lalu, apa manfaatnya bagi bisnis dan bagaimana payment gateway dapat membantu? Simak pembahasannya dalam artikel ini.
Baca Juga: Mengenal Payment Gateway: Definisi, Fungsi, & Keuntungannya
Apa Itu Bank Digital?
Bank digital adalah bank yang menjalankan kegiatan usahanya melalui saluran elektronik, sehingga berbagai layanan perbankan dapat diakses secara digital.
Nasabah dapat membuka rekening, transfer, mengelola uang, hingga melakukan pembayaran melalui aplikasi. Pengalaman yang serba cepat dan praktis ini kemudian membentuk ekspektasi serupa ketika pelanggan bertransaksi dengan bisnis.
Karena itu, semakin banyaknya pengguna bank digital juga relevan bagi strategi pembayaran merchant.
Mengapa Bank Digital Penting bagi Bisnis?
Popularitas bank digital membuat preferensi pembayaran konsumen semakin beragam. Pelanggan tidak lagi hanya mengandalkan transfer bank konvensional, tetapi menggunakan berbagai layanan digital sesuai kebiasaan mereka.
Dampaknya bagi bisnis terlihat pada tiga area utama:
- Customer reach: metode pembayaran yang relevan dapat membantu bisnis menjangkau pelanggan yang sudah aktif menggunakan bank digital.
- Checkout experience: pelanggan dapat memilih metode pembayaran yang lebih familiar tanpa harus berpindah ke proses lain.
- Payment scalability: bisnis membutuhkan infrastruktur yang lebih fleksibel ketika jumlah metode pembayaran dan transaksi bertambah.
Hal ini semakin relevan jika target pasar bisnis mencakup Gen Z dan konsumen digital-native.
Data BCA Digital, misalnya, menunjukkan 56% pengguna blu merupakan Gen Z dan 35% merupakan milenial. Secara keseluruhan, kedua kelompok tersebut mencakup 91% basis nasabah blu.
Bagi merchant, menyediakan bank digital sebagai metode pembayaran dapat menjadi salah satu cara menyesuaikan checkout dengan kebiasaan segmen konsumen tersebut.
Bagaimana Payment Gateway Membantu Bisnis Menerima Pembayaran Bank Digital?
Payment gateway memungkinkan bisnis menghubungkan sistem pembayaran dengan berbagai channel melalui satu integrasi, termasuk bank digital yang didukung oleh penyedia tersebut.
Tanpa payment gateway, bisnis dapat membutuhkan koneksi atau proses berbeda untuk setiap metode pembayaran. Pendekatan seperti ini menjadi semakin kompleks ketika merchant ingin menyediakan virtual account, QRIS, e-wallet, kartu, dan bank digital secara bersamaan.
Payment gateway menyederhanakan proses tersebut dengan menjadi lapisan penghubung antara sistem merchant dan berbagai channel pembayaran.
Dalam praktiknya, integrasi payment gateway juga dapat membantu bisnis menerima status transaksi, melakukan monitoring pembayaran, dan mengelola rekonsiliasi dalam sistem yang lebih terpusat.
Jadi, manfaat payment gateway bukan sekadar menampilkan lebih banyak logo pembayaran di checkout. Nilainya terletak pada kemampuan bisnis untuk menambah pilihan pembayaran tanpa harus membangun dan mengelola seluruh infrastrukturnya secara terpisah.
Apakah Menambah Bank Digital Bisa Membantu Menjangkau Customer Baru?
Bisa, terutama jika pengguna bank digital sesuai dengan target customer bisnis.
Ketika segmen seperti Gen Z semakin terbiasa menggunakan bank digital, menyediakan metode yang sudah familiar bagi mereka dapat mengurangi friction di tahap pembayaran.
Namun, bisnis tidak perlu mengaktifkan setiap metode pembayaran yang tersedia. Pilihan sebaiknya tetap didasarkan pada profil pelanggan, volume transaksi, biaya, kebutuhan settlement, dan performa masing-masing channel.
Dengan kata lain, strategi pembayaran yang baik bukan tentang menyediakan metode sebanyak-banyaknya, melainkan menyediakan metode yang paling relevan dengan customer journey.
Pendekatan ini membantu bisnis melihat payment method sebagai bagian dari strategi customer acquisition dan experience, bukan hanya fungsi operasional setelah pelanggan melakukan pembelian.
Bagaimana Faspay Menghubungkan Bisnis dengan Bank Digital?
Faspay membantu merchant menerima berbagai metode pembayaran, termasuk channel bank digital seperti Jenius dan blu. Faspay juga menyediakan virtual account, QRIS, e-wallet, kartu, dan berbagai channel pembayaran lainnya.
Melalui integrasi tersebut, bisnis dapat menyediakan pilihan pembayaran yang lebih luas tanpa perlu membangun koneksi terpisah untuk setiap channel.
Faspay juga menyediakan dashboard yang membantu merchant memonitor dan menganalisis transaksi dari berbagai metode pembayaran dalam satu tempat. Faspay merupakan Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) yang terdaftar dan diawasi oleh Bank Indonesia.
Kemampuan untuk mengaktifkan metode pembayaran baru menjadi semakin penting ketika preferensi pelanggan terus berubah.
Bank digital mungkin mengubah cara konsumen mengelola uang. Bagi bisnis, dampaknya lebih jauh: perubahan tersebut juga mengubah bagaimana pelanggan ingin menyelesaikan pembayaran.
Kesimpulan
Popularitas bank digital menunjukkan bahwa perilaku pembayaran konsumen terus bergeser ke arah yang lebih cepat, praktis, dan digital-first. Bagi bisnis, perubahan ini berarti metode pembayaran perlu ikut menyesuaikan dengan kebiasaan pelanggan.
Terlebih, penggunaan bank digital yang kuat di kalangan Gen Z membuka peluang bagi bisnis untuk menjangkau segmen konsumen yang lebih muda.
Ingin menyediakan pilihan pembayaran yang lebih relevan bagi pelanggan Anda?
Yuk, kunjungi Faspay sekarang dan daftarkan bisnis Anda sebagai merchant untuk mendapatkan solusi payment gateway terbaik yang aman, cepat, dan terpercaya!