News & Articles

The latest update of what is going on in the ecommerce industry

Tips Membatasi Pemakaian e-Money

2018-04-30

Penggunaan e-money sebenarnya sudah dimulai sejak beberapa tahun kebelakang. Awalnya, masyarakat memaksimalkan e-money sebagai alat pembayaran transportasi (TransJakarta dan Commuter Line) dan pembayaran tol. Namun, e-money juga bisa digunakan sebagai alat pembayaran pembelanjaan di merchant terpilih, misalnya minimarket.

Berdasar evaluasi Bank Indonesia (via Kompas.com), masyarakat pengguna uang elektronik alias e-money masih banyak yang belum tahu penggunaan e-money. Adapun yang tahu, masih bingung melakukan top up.

E-money diharapkan dapat berkembang untuk membantu kelancaran di bidang transportasi, transaksi belanja, atau parkir. Selain bank-bank milik negara, sejumlah bank swasta juga telah mengantongi izin resmi BI untuk menerbitkan kartu e-money. Contohnya, e-Money Bank Mandiri, Flazz BCA, BRIzzi, dan CIMB Niaga.

Terlepas dari efisiensi yang disodorkan, e-money juga perlu dimanfaatkan secara bijak. Jika Anda salah satu yang sering menggunakan e-money, simak tips bijak menggunakannya berikut ini.

Perlakukan E-Money Seperti Uang Tunai

Meskipun berbeda secara fisik, e-money sebenarnya tak beda dengan uang tunai yang langsung ‘hilang’ setelah dibayarkan. Jika Anda menggunakan e-money seakan-akan sebagai penyelamat di kala kehabisan uang tunai, perlakukanlah seperti uang di dompet. Sebagai pengingat, catat setiap pengeluaran yang dilakukan melalui e-money. Jangan lupa ketahui sisa saldo e-money agar tak melampaui batas.

Apabila Anda bertransaksi dalam jumlah besar, hindari e-money. Simpan saja untuk pengeluaran kecil, seperti transportasi atau perbelanjaan di minimarket. Sebaiknya, transaksi jumlah besar dibayarkan dengan kartu debit saja.

Top Up Saldo Sesuai Tujuan Penggunaan

Awalnya, Anda mungkin mau tak mau memiliki e-money untuk membayar tiket masuk transportasi umum. Lalu, tujuan ini berlanjut hingga kini, hanya sebatas sebagai alat pembayaran transportasi umum dan tol. Tak jarang, jika Anda adalah pengguna e-money dalam basis harian, Anda harus men-top up saldo dalam jumlah banyak atau malah sebaliknya, pas-pasan. Karena itu, Anda perlu mengatur jumlah saldo yang akan di-top up setiap bulan berdasarkan kebutuhan. Apabila Anda hanya menggunakan e-money untuk membayar TransJakarta atau Commuter Line, hitunglah dana yang dikeluarkan per bulan dan top up sejumlah itu.

Tidak Langsung Menggunakan E-Money untuk Transaksi Belanja

Pada prinsipnya, berpikir panjang sebelum membelanjakan sesuatu wajib dilakukan apa pun metode pembayaran Anda. Alangkah baik apabila Anda berpikir panjang sebelum menggunakan e-money untuk belanja. Ingat tujuan Anda sebelumnya. Kalaupun kepepet, pikirkanlah seberapa penting barang yang ingin dibeli. Jangan asal membeli barang yang tidak terlalu dibutuhkan dengan e-money. Pertimbangkan juga, apakah barang itu bermanfaat untuk jangka panjang?

Jangan Langsung Tergoda Promosi

Banyaknya promosi yang disediakan e-money merupakan keuntungan bagi penggunanya. E-Money Bank Mandiri, misalnya, bekerja sama dengan banyak merchant seperti supermarket dan restoran dengan diskon khusus. Ini sangat menggiurkan, bukan? Tentu saja. Tetapi, jangan langsung terbuai dengan promosi. Promo, diskon, apa pun bentuknya, bisa menjadi bumerang bagi Anda. Jika Anda lupa diri dan sering memanfaatkan promosi, saldo yang terisi banyak akan menghilang sebelum waktunya. Sesekali boleh saja memanfaatkan promo.

Uang elektronik dengan segala kemudahan yang ditawarkan tak pelak berpotensi menjadi solusi atas uang tunai. Namun, penggunaannya juga perlu diperhatikan agar Anda tidak kewalahan di kemudian hari. Untuk itu, ingatlah tujuan Anda menggunakan e-money sedari awal.

| Editor : Faspay Admin |

Load More...

Register to get Paid!

Place the name of your store here