4 Inovasi dan Tren Fintech di Indonesia untuk Mempermudah Payment Online

inovasi_tren_fintech.jpg

Menurut data ASEAN Banks: Fintech Opportunity and Threat yang beredar pada Maret 2017, Indonesia merupakan negara bernilai transaksi fintech tertinggi di Asia Tenggara. Tahun 2018 ini, Kamar Dagang Indonesia (Kadin) memprediksi investasi fintech akan menembus Rp105,6 triliun. Prediksi ini didukung oleh data Statista perihal nilai transaksi fintech di Indonesia mencapai USD23,8 miliar (sekitar Rp347 triliun).

Dengan melihat angka tersebut, tak heran jika aplikasi fintech mulai diminati sebagai alat pembayaran efektif bagi konsumen. Selain lebih praktis, inovasi fintech juga mempermudah konsumen menyelesaikan pembayaran dalam waktu singkat.

Ada 2 jenis uang elektronik yang beredar di masyarakat, pertama uang elektronik berbentuk kartu (chip-based), seperti e-money Mandiri, Flazz BCA, dan sebagainya. Kedua, e-wallet alias dompet elektronik. ‘Uang’ ini berbasis aplikasi dan dijalankan server (server-based). Contohnya, TCash dari Telkomsel atau XL Tunai. Selain uang elektronik keluaran operator seluler, ada juga uang elektronik yang dikeluarkan oleh bank. Sudah banyak contohnya, dan saya yakin banyak dari Anda sudah memiliki akun e-wallet keluaran bank ataupun operator seluler ini.

milenial, sudah waktunya Anda memanfaatkan kemajuan teknologi fintech demi kenyamanan dan keamanan Anda. E-wallet atau e-money hanyalah beberapa hasil dari kemajuan fintech yang merebak per 2018 ini. Ada beberapa inovasi lagi yang akan turut mempermudah perilaku payment online nanti. Cek inovasi dan tren berikut ini, sudahkah Anda menyadarinya?

1. Artificial Intelligence (AI)

Dengan kecerdasan buatan AI, fintech di Indonesia mampu meningkatkan keamanan organisasi sehubungan identifikasi kecurangan dan transaksi mencurigakan lainnya. AI juga menghemat waktu proses rekapitulasi keuangan, minimalisasi error pekerja, sampai meningkatkan pelayanan perusahaan.

2. Voice User Interface (VUI)

VUI merupakan inovasi berbentuk pengenalan suara yang memudahkan pengguna mengendalikan fitur produk dalam perangkat hanya melalui suara. Anda mungkin sering melihat tokoh superhero di film yang kerap mengendalikan aplikasi dengan suara. Kini, kecanggihan itu mungkin sebab VUI. Anda bisa dengan mudah mengecek status saldo, transfer dana, dan lain-lain.

3. Automated Personalization

Berbeda dengan kedua inovasi yang disebutkan di atas, automated personalization merupakan tren. Bank akan memanfaatkan fintech untuk personalisasi promo penawaran yang dapat dilihat di devices pengguna. Contoh personalisasi ini kurang lebih didasarkan pada kebiasaan perbankan pengguna (banking habit). Jadi, penawaran yang Anda lihat lebih akurat karena disesuaikan dengan kebiasaan browsing Anda.

4. Cybersecurity

Tren yang satu ini berkaitan dengan kredibilitas dan keamanan privasi pengguna fintech. Solusi atas cybersecurity akan terus menjadi tantangan. Bagi Fanny Verona, Managing Director DAM Corporation (via Beritasatu.com), selama 2018 dan tahun-tahun kedepan, perusahaan fintech perlu bersikap proaktif dalam meraih konsumen dengan mengutamakan keamanan serta proteksi konsumen.

payment gateway fintech Indonesia pun menyadari pentingnya cybersecurity dan mulai memperkenalkan awareness seputar fintech di Indonesia.

Faspay-Year-End-Luncheon-2018_181214_174417.jpg

Faspay 2018 Year End Exclusive Luncheon for Top Merchants

Cyber-Security-Training-FASPAY-April-2018.jpg

Pelatihan Cyber Security FASPAY

card.jpg

Tips Mencegah Credit Card Fraud dalam Payment Online untuk Bisnis Anda