3 Faktor Payment Online yang Akan Mempengaruhi Cara Bayar Anda Tahun 2018

pexels-photo-919436.jpg

Dahulu, para customer senantiasa memenuhi kebutuhan berbelanja dengan cara pembayaran tunai. Banyak kemajuan terjadi setelahnya, dimulai dari pemunculan perusahaan ecommerce berbasis digital teknologi, seperti eBay. Pada era 90-an di negara maju, konsumen menerima perkembangan ini dengan sangat baik. Lalu, mulailah popularitas smartphone dalam dekade terakhir diperkenalkan sebagai kemudahan online kapan pun, di mana pun.

Terlepas dari itu semua, teknologi turut memperbaharui industri e-commerce dan fintech. Kemajuannya telah mengubah pengalaman belanja customer (customer experience) hingga cara membayar. Dikutip dari Forbes.com, perkembangan payment online akan mengarah pada tiga hal berikut ini.

1. Transaksi Online Lebih Aman

E-commerce atau jual beli digital nantinya tidak akan lagi tergantung pada komputer atau smartphone. Konsumen juga cenderung akan beralih dari kebiasaan mengetik menjadi voice interface melalui digital personal assistant di smartphone. Akibatnya, metode pembayaran akan menjadi komoditas tersendiri dalam pengalaman berjual-beli.

Anda sebagai customer mengharapkan proses checkout lancar dan didukung keamanan perangkat, kan? Melihat ini, beberapa fintech dan bank memahami pentingnya meningkatkan keamanan payment online di era terkini. Contohnya, serangkaian API dikeluarkan Mastercard untuk card issuer, yang berfungsi 'memperlihatkan' keberadaan kartu nasabah di seluruh perangkat digital. Dengan ini, nasabah lebih mudah mengontrol bagaimana, kapan, dan di mana kartu mereka digunakan saat mengakses aplikasi bank yang bersangkutan di smartphone.

Dengan keamanan yang meningkat, nasabah bahkan bisa menonaktifkan CC secara jarak jauh apabila menemukan transaksi yang di luar batas atau mencurigakan. Sisi positif lainnya, nasabah pun bisa mengontrol batas pengeluaran agar tidak kebablasan berbelanja.

2. Artificial Intelligence (AI)

AI kemungkinan mentransformasi banyak industri dalam beberapa dekade kedepan, termasuk online payment. Contohnya, penggunaan chatbot yang memudahkan konsumen melakukan permintaan dasar, seperti mengetahui jumlah saldo dan melakukan transfer antar-rekening. Di Amerika Serikat, bank Liberty Mutual bahkan menawarkan fitur yang serupa dengan tambahan pencegahan risiko penipuan. Di industri lain, seperti logistik, Expedia menggabungkan machine learning untuk menampilkan user photo secara lebih estetis di samping customer review.

3. Mobile Wallet

Seperti dibahas dalam artikel sebelumnya, perkembangan cashless payment lebih disukai milennials. Saat ini, layanan fintech sudah lebih beragam, mulai dari e-money, e-wallet, hingga QR code. Di pasar yang lebih maju, inovasi fintech bahkan sudah mengembangkan face recognition system untuk melakukan transaksi pembayaran melalui scanning wajah.

inovasi.jpg

Creative Innovation

finggerprint.jpg

Keuangan Inklusif

68045cbc-4daa-4909-a035-2554f84b288b.jpg

Faspay Brunch “Online Start Up & Success Path”