Indonesia Menuju Cashless Society

Memasuki Quarter ke-4 di tahun 2017, berita tentang upaya peningkatan ekonomi digital di Indonesia terus berhembus kencang. Tidak hanya sekedar wacana, kali ini pemerintah Indonesia membuat sebuah keputusan yang membuat banyak perdebatan muncul di masyarakat dengan memberlakukan pembayaran non tunai di semua pintu tol di seluruh Indonesia. Usut punya usut, ternyata keputusan ini bukanlah sebuah rencana yang mendadak dibuat. Melainkan, rencana pemerintah untuk mencapai Masyarakat Digital di tahun 2020 mendatang telah dicetuskan dari tahun 2015 yang lalu melalui program “Go Digital Vision 2020”.

Data dari Ernst & Young menunjukkan adanya peningkatan penjualan online di Indonesia sebesar 40% setiap tahunnya. Program Go Digital Vision 2020 menargetkan Indonesia menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara dengan mencapai nilai bisnis online hingga 130 Milyar Dollar AS dengan pertumbuhan tahunan sebesar 50%.

Untuk mencapai target tersebut, maka pemerintah menargetkan pertumbuhan perusahaan startup baru di dunia teknologi (technopreneurs) sebesar 1000 startups dengan nilai bisnis mencapai 10 Milyar Dollar AS serta melakukan perubahan dalam traksaksi bagi 1 juta petani dan nelayan dari transaksi manual menjadi menjadi cashless.

Walau Indonesia sudah terlihat seperti “melek teknologi”, namun pada kenyataannya pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia masih terbilang kalah tertinggal dari negara-negara tetangganya seperti Singapura dan Malaysia. Hal ini tidak terlepas dari fakta bahwa belum semua daerah dan masyarakat tersentuh jaringan internet yang layak dan bahkan masih ada daerah yang tidak mendapatkan akses internet sama sekali.

Sehingga melalui keputusan untuk memberlakukan hanya transaksi e-money untuk membayar tol diseluruh Indonesia diharapkan dapat membuat masyarakat Indonesia dapat secara perlahan terbiasa untuk menjadi cashless society.

Selain menjadi cashless society, melalui program ini diharapkan berbagai peningkatan terjadi seperti pertumbuhan tingkat penetrasi internet di berbagai wilayah, peningkatkan infrastruktur digital, serta menjadi masyarakat tech savvy alias menguasai teknologi secara mendalam.

So, be ready Indonesian to become cashless society!