Bagaimana Menulis Abandoned Cart Email Marketing yang Menarik?

email_phone.jpg

Dalam sistem perbelanjaan online, Anda sebagai customer mungkin sering ‘lupa’ meninggalkan cart (keranjang belanjaan) begitu saja menjelang checkout. Item yang tertinggal di cart ini disebut juga abandoned cart.

Namun, tahukah Anda bahwa abandoned cart bisa menyebabkan lost sales? Anda tentu tidak ingin ini terjadi, kan. Nah, untuk mengatasi situasi seperti ini, Anda membutuhkan pesan pengingat ke customer tersebut dengan mengirimkan email marketing. Perhatikan beberapa poin berikut ini saat menulis email abandoned cart:

1. Timing

Seberapa lama sebaiknya Anda mengirim email kepada
customer yang meninggalkan shopping cart? Riset 500 perusahaan global
yang dikategorikan per grup menyatakan, 1 jam merupakan waktu efektif,
sebanyak 6.33%. Sebaliknya, jika Anda berpikir untuk mengirimkan
notification email ini selama lebih dari 24 jam, kans Anda untuk
conversion cukup rendah.

2. Buatlah Personal

Dalam anatomi email, Anda pasti sudah
fasih dengan menulis subject. Namun, seberapa sering Anda menuliskan
subject yang ‘mengena’ saat pertama kali dibaca?

Menurut riset yang sama berdasarkan grup content, ada beberapa
faktor yang mempengaruhi keterpikatan customer membuka subject email,
terutama email marketing, yaitu:

Company name (Nama Perusahaan)

As simple as it gets, nama perusahaan Anda akan langsung
tebersit dalam ingatan customer. Cara ini berhasil sebanyak 42,88% atau
menghasilkan conversion 3,58%.

Customer name (Nama Customer)

Sama selayaknya berinteraksi sosial, Anda akan lebih
merasa hadir apabila disebut namanya, bukan? Demikian pun dalam email
marketing subject, penyebutan nama customer Anda berpengaruh besar pada
keputusan mereka membuka email. Tercatat sebanyak 46,21% atau setara
conversion rate 3,71% customer terpengaruh oleh taktik ini.

Customer Service Tone

Intonasi Customer Service ternyata turut berpengaruh.
Apa yang dimaksud customer service tone? Mungkin Anda bertanya-tanya,
kalau medium yang Anda gunakan adalah email, bagaimana mengetahui CS
tone? Sebenarnya, Anda bisa menganalogikan CS tone dalam email seperti
CS tone dalam interaksi langsung. Seorang CS yang baik akan senantiasa
memberikan solusi atas masalah Anda.

Product Name/Details

Nama produk yang ditinggalkan customer Anda akan efektif 44,01% bagi mereka.

Urgent Tone

Meskipun terkadang email subject yang menekan atau
urgent tampak kasar, ini berhasil 40,51% bagi customer. Bahkan,
menghasilkan conversion 3,05%. Gunakan kosakata urgent yang sopan,
seperti “cepat”, “terbatas”, “pesan sekarang”, dan sebagainya.

FASPAY-PERMATA.jpg

Faspay Gathering 2017 bersama Permata Bank

beragam_keuntungan.jpg

Beragam Keuntungan Ini akan Anda Lewatkan jika Tidak Punya Kartu Kredit

turnonpost-copy.jpg

​Tantangan Algoritma Baru Instagram