Rahasia Video Marketing Campaign yang Sukses

Ketika Anda merintis bisnis online, memerlukan strategi promosi untuk menjangkau banyak pelanggan. Salah satunya, dengan jalan marketing campaign. Anda bisa menjalankan campaign dalam bentuk content marketing dan sebagainya. Namun, di dunia bisnis online sendiri video marketing menjadi modal untuk menjangkau pelanggan lebih banyak, lebih luas.

Ide sudah rangkum. Lalu, apa yang akan Anda lakukan selanjutnya?

Strategi

Langkah dasar dan terpenting saat membuat video campaign adalah menentukan goals. Hasil apa yang ingin Anda raih melalui video marketing? Misalnya, Anda ingin produk Anda diketahui banyak orang, memperoleh share yang tinggi dan meningkatkan konversi. Dalam menentukan goals, pastikan dapat terukur dan ada deadline.

Buatlah Jadwal Konten Rutin

Rencanakan apa, kapan, konten Anda akan di-publish. Gunakan video Anda dengan tidak membatasi jenis konten yang akan di-publish. Misal, jangan hanya membuat video yang bersifat promosi. Sebaiknya, buat video yang berhubungan dengan kebutuhan pelanggan Anda. Karena itu, mengenali persona target pelanggan amatlah penting sebelum menyusun strategi.

Posting Video di YouTube

Secara global saja, YouTube memiliki lebih dari 1 miliar pengguna, yang setiap hari akan bertambah. Karena inilah, Anda layak memposting video ke YouTube sebagai media video marketing pertama. Buat channel YouTube brand Anda dan rencanakan konsep yang menarik. Di bagian deskripsi, tulis kata kunci (keywords) yang relevan, tentang produk Anda, dan jangan lupa link yang menuju ke website Anda.

Call-to-Action

Menggunakan kata atau kalimat bersifat call-to-action akan lebih menarik penonton video Anda untuk mengubah mereka menjadi pelanggan. Misalnya, menyematkan kode kupon gratis atau penawaran terbatas. Call-to-action sangat kuat untuk konversi. Letakkan call-to-action pada akhir video. Jadi, pelanggan tak sekadar menyimak video tanpa tujuan, mereka juga tahu apa yang akan mereka dapatkan seusai video.

Yang tak kalah penting, minta audience men-subscribe, like, comment, atau share video Anda. Sehubungan dengan jadwal konten rutin, semakin banyak subscriber channel Anda bukan berarti Anda bebas memposting video banyak dalam seminggu. Berikan update kepada subscriber 2-3 kali seminggu.

Memposting video marketing secara rutin tidak berhenti sampai sini saja. Agar tahu kemajuan apa yang sudah Anda dapatkan, pantau metrik video marketing Anda menggunakan tools relevan, seperti Google Analytics atau YouTube Analytics.