Jika ditanya generasi mana yang mendominasi saat ini, jawabannya adalah millenials.
Merekalah yang lahir di tahun 1980 hingga 2000 atau kerap disebut
sebagai Generasi Y. Generasi yang cukup “empuk” dibidik dalam bisnis online mengingat mereka cukup konsumtif dalam berbelanja.

Millennials dianggap sebagai
individu yang pemalas, narsis, sulit loyal dalam pekerjaan. Namun,
mereka tak bisa lepas dari teknologi dalam kesehariannya. AdAge
menemukan generasi millennials bisa menghabiskan 25 jam per minggu di internet dan loyal membagikan apa yang didapat (share, like, pin, tweet, comment) selama itu menarik baginya.

Faktanya mereka memang lahir di era kecanggihan teknologi.
Televisi bukan lagi prioritas. Media sosial dan internet adalah tempat
untuk mendapatkan informasi—yang tentunya lewat ponsel. Lantas strategi
seperti apa yang cocok dengan generasi ini terkait dengan bisnis online?

Don’t Sell

Maksudnya jangan hanya beriklan terus-menerus. Millennials memang tak tertarik dengan iklan konvensional, tapi melihat ads banner yang muncul saat mereka gaming juga
cukup mengganggu. Sebanyak 84% generasi Y tidak suka disodori iklan,
menurut penelitian McCarthy Group. Pendekatan yang bisa dilakukan adalah
dengan menyediakan content.

Content Orisinil

Ciptakan content yang orisinil dan tak melulu membahas produk. Content orisinil,
edukatif, dan menarik di media sosial maupun blog, sehingga mereka tak
segan untuk membagikan ke orang-orang terdekatnya. Generasi Millennials cenderung mencari tahu pendapat dari orang terdekat atau membaca testimoni sebelum membeli suatu produk.

Libatkan Influencer

Ciptakan social group, salah satunya dengan influencer. Menciptakan produk dengan influencer, apalagi dari kalangan millennials, adalah promosi yang cerdas karena menciptakan kedekatan dan brand persona. Target akan terasa lebih dekat dan menciptakan hubungan yang saling percaya.

Video Marketing

Content tak hanya teks. Salah satu hasil survei TNS terhadap 3.000 responden millennials,
menyatakan jika video adalah hal menarik bagi mereka. Sekitar 60%
pengguna Twitter di Indonesia menjadikan video sebagai pilihan, bahkan
50% millennials kemungkinan besar menemukan produk dengan feed video terbaru.

Survei lain dari Animoto, menyebutkan jika millenials suka dengan brand yang memiliki konten video. Sebanyak 66% kaum pria dan 60% kaum wanita millennials
suka mengomentari dan menyebarluaskan konten video merk tertentu ke
akun media sosial. Apa yang didapat? Selain harus menyuguhkan konten
video, sebuah brand wajib memiliki akun media sosial.

Cashless

Teknologi sudah canggih, begitu juga dengan sistem pembayaran. Generasi millennials
sudah jarang menggunakan uang tunai karena cukup merepotkan. Sistem
pembayaran online, hampir sudah dilakukan menggunakan kartu, karena
tinggal gesek atau tapping. Begitu juga dengan kebiasaan berbelanja. Inilah alasan mengapa sebuah brand harus menyediakan sistem pembayaran online jika ingin menjangkau millennials.

Strategi Marketing untuk Menjangkau Millennials

Strategi-Marketing-untuk-Menjangkau-Millennials.jpg

Jika ditanya generasi mana yang mendominasi saat ini, jawabannya adalah millenials.
Merekalah yang lahir di tahun 1980 hingga 2000 atau kerap disebut
sebagai Generasi Y. Generasi yang cukup “empuk” dibidik dalam bisnis online mengingat mereka cukup konsumtif dalam berbelanja.

Millennials dianggap sebagai
individu yang pemalas, narsis, sulit loyal dalam pekerjaan. Namun,
mereka tak bisa lepas dari teknologi dalam kesehariannya. AdAge
menemukan generasi millennials bisa menghabiskan 25 jam per minggu di internet dan loyal membagikan apa yang didapat (share, like, pin, tweet, comment) selama itu menarik baginya.

Faktanya mereka memang lahir di era kecanggihan teknologi.
Televisi bukan lagi prioritas. Media sosial dan internet adalah tempat
untuk mendapatkan informasi—yang tentunya lewat ponsel. Lantas strategi
seperti apa yang cocok dengan generasi ini terkait dengan bisnis online?

Don’t Sell

Maksudnya jangan hanya beriklan terus-menerus. Millennials memang tak tertarik dengan iklan konvensional, tapi melihat ads banner yang muncul saat mereka gaming juga
cukup mengganggu. Sebanyak 84% generasi Y tidak suka disodori iklan,
menurut penelitian McCarthy Group. Pendekatan yang bisa dilakukan adalah
dengan menyediakan content.

Content Orisinil

Ciptakan content yang orisinil dan tak melulu membahas produk. Content orisinil,
edukatif, dan menarik di media sosial maupun blog, sehingga mereka tak
segan untuk membagikan ke orang-orang terdekatnya. Generasi Millennials cenderung mencari tahu pendapat dari orang terdekat atau membaca testimoni sebelum membeli suatu produk.

Libatkan Influencer

Ciptakan social group, salah satunya dengan influencer. Menciptakan produk dengan influencer, apalagi dari kalangan millennials, adalah promosi yang cerdas karena menciptakan kedekatan dan brand persona. Target akan terasa lebih dekat dan menciptakan hubungan yang saling percaya.

Video Marketing

Content tak hanya teks. Salah satu hasil survei TNS terhadap 3.000 responden millennials,
menyatakan jika video adalah hal menarik bagi mereka. Sekitar 60%
pengguna Twitter di Indonesia menjadikan video sebagai pilihan, bahkan
50% millennials kemungkinan besar menemukan produk dengan feed video terbaru.

Survei lain dari Animoto, menyebutkan jika millenials suka dengan brand yang memiliki konten video. Sebanyak 66% kaum pria dan 60% kaum wanita millennials
suka mengomentari dan menyebarluaskan konten video merk tertentu ke
akun media sosial. Apa yang didapat? Selain harus menyuguhkan konten
video, sebuah brand wajib memiliki akun media sosial.

Cashless

Teknologi sudah canggih, begitu juga dengan sistem pembayaran. Generasi millennials
sudah jarang menggunakan uang tunai karena cukup merepotkan. Sistem
pembayaran online, hampir sudah dilakukan menggunakan kartu, karena
tinggal gesek atau tapping. Begitu juga dengan kebiasaan berbelanja. Inilah alasan mengapa sebuah brand harus menyediakan sistem pembayaran online jika ingin menjangkau millennials.

mudik.jpg

Tips Mudik Aman & Nyaman

ecommerce.jpg

Pelaku E-Commerce, Inilah 5 Alasan Customer Meninggalkan Website Anda

pexels-photo1.jpg

Sistem Pembayaran Online Memudahkan e-Commerce di Indonesia