​Migrasi ke Online?

3a46cf76-9601-45c8-83d9-7809d73cf5e7.jpg

Bisnis eCommerce banyak dikenal masyarakat sebagai toko tanpa bentuk fisik dengan transaksi yang dilakukan di dalam dunia digital, dimulai dari display produk, pemesanan, hingga pembayarannya pun terjadi dalam portal dunia maya. Melihat resiko bisnis yang lebih kecil dibandingkan dengan membuka toko offline, sehingga banyak orang mulai tertarik untuk menjalankan model bisnis eCommerce, baik dengan skala kecil yang hanya bermodalkan social media sebagai platform penjualannya, hingga skala besar yang pada akhirnya membuat pemiliknya tak segan menguras kocek untuk membuat tampilan website mereka menarik untuk dikunjungi.

Dengan berbagai macam kemudahan yang ditawarkan oleh bisnis online, tidak mengherankan banyak pelaku bisnis offline mulai melebarkan sayap untuk memasuki dunia yang sedang booming ini. Bukan hanya demi mengikuti tren yang ada tapi demi eksistensi bisnis yang dijalankan. Seperti yang telah diketahui secara umum, bahwa eCommerce memberikan kemudahan kepada pelanggan dalam kegiatan belanja mereka, secara instan mereka dapat mencari informasi mengenai produk yang mereka cari, mulai dari review produk hingga perbandingan harga produk, yang belum tentu hal ini dapat dilakukan secara langsung oleh toko offline. Belum lagi segala macam transaksi online akan menghasilkan suatu pattern yang dapat diubah menjadi data consumer behaviour yang mana nantinya perusahaan dapat menganalisa kebiasaan berbelanja user dan menggunakannya untuk menyusun strategi marketing yang sesuai. Di dalam komunitas eCommerce Indonesia yang sedang berkembang ini, mengikuti tren adalah salah satu faktor keberlangsungan bisnis eCommerce, kegiatan branding pun dilakukan secara online. Disini bisnis offline yang memutuskan untuk going online mendapatkan sebuah keuntungan dimana brand tersebut sudah “exist” di dunia offline. Alhasil kegiatan branding online yang dilakukan dapat memperkuat lagi reputasi brand tersebut baik di ranah online maupun offline.

Meskipun terlihat banyaknya keuntungan going online, namun perlu diketahui bahwa sebagian dari consumer masih menikmati berbelanja secara offline. Beberapa alasan diantaranya adalah consumer dapat melihat, merasakan dan mencoba produk secara langsung dan langsung membeli di tempat jika sudah cocok; barangpun dapat dinikmati seketika itu juga. Selain, itu masalah kepercayaan masyarakat untuk berbelanja online masih menjadi isu yang cukup sering muncul ketika orang berbicara mengenai eCommerce. Kembali ke pertanyaan awal, “Haruskah bisnis offline membuka platform toko digital?” Sejatinya, platform online dapat dijadikan perpanjangan tangan dari branch toko offline yang sudah ada. Manfaatkan segala kelebihan yang ditawarkan dari channel online, lalu kembangkan menjadi strategi marketing guna mencapai target perusahaan secara keseluruhan. Mengutip dari Forbes.com “Offline ke online. Online ke offline. Consumers masa kini hidup dalam berbagai dimensi dan platform dan kebiasaan berbelanja mereka menggambarkan dinamika yang kompleks.” Yang artinya, beberapa orang mungkin sudah mengetahui nikmatnya berbelanja online sementara beberapa bagian lainnya lebih menikmati berjalan dari satu toko ke toko lainnya dalam kegiatan berbelanja.

NFC-Near-field-communication-mobile-payment.jpg

Mengenal Macam-macam Sistem Mobile Payments

CyberSecure-1.jpg

Online Fraud Prevention: Waspadakah Anda terhadap Penipuan Online?