​Dukungan Pemerintah Meningkat Melalui Pengayaan Peta Jalan E-Commerce Indonesia 2016.

LOCATION-ANALITICS.jpg

Industri perdagangan online yang kini marak dikenal sebagai bisnis e-commerce telah mengalami perkembang cukup pesat di tanah air Indonesia. Jika kita melihat kilas balik satu dekade yang lalu, e-commerce masih sangat awam dikalangan masyarakat Indonesia.

Seiring dengan perkembangan social media yang sangat pesat, bisnis e-commerce mulai ikut terangkat keberadaannya. Masyarakat Indonesia mulai terbiasa untuk berbelanja online. Namun kesuksesan dunia e-commerce bukan berarti tidak memiliki kendala dibelakangnya. Berbagai macam kendala dirasa masih sangat mempengaruhi bisnis ini, diantaranya adalah trust, kepercayaan terhadap bisnis ini memang telah meningkat secara kualitas transaksi keamanannya, namun dirasa bahwa rasa was-was dari end user masih cukup tinggi. Pelanggan masih merasa pembayaran offline lebih nyaman dan terpercaya. Selain itu infrastruktur e-commerce sendiri di Indonesia masih banyak membutuhkan pengembangan, seperti kecepatan jaringan saat ber-internet, dan harga layanan jaringan telekomunikasi yang perlu ditelaah kembali untuk dapat semakin menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Melihat kondisi ini, pemerintah Indonesia pun merasa perlu adanya peta jalan e-commerce Indonesia yang ditargetkan di awal bulan 2016 ini yang berfungsi untuk menjaga dan mengembangkan ranah dunia e-commerce ke arah yang lebih baik lagi. Secara mendetil, Mengutip dari Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo, Ismail Cawidu, pengembangan peta jalan e-commerce ini nantinya akan menerapkan 5 prinsip dalam implementasinya :

1. Seluruh warga Indonesia harus diberi kesempatan untuk mengakses dan melakukan transaksi e-commerce.

2. Seluruh warga Indonesia harus dilengkapi dengan keahlian dan kemampuan untuk memanfaatkan keuntungan dari ekonomi informasi.

3. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) harus diminimalikan selama proses transisi menuju ekonomi internet dan tambahan lapangan pekerjaan bersih harus positif setelah dikurangi oleh dampak penghancuran kreatif (creative destruction).
4. Kerangka hukum yang jelas harus diterapkan untuk menjamin industri e- Commerce yang aman dan terbuka, termasuk di dalamnya netralitas teknologi, transparansi, dan konsistensi internasional.
5. Pemain nasional, terutama perusahaan rintisan (start-up) dan UKM, harus dilindungi dengan sebaik-baiknya.

Diharapkan melalui peta jalan e-commerce 2016 yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia dapat menjadi langkah awal yang dapat memberikan gambaran kedepan bagi para pelaku bisnis E-commerce akan masa depan dari bisnis ini sendiri. Dukungan dan perhatian dari pemerintah terhadap bisnis ini juga sangat diharapkan oleh masyarakat Indonesia terutama dalam kesiapan masyarakat Indonesia setelah memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN diawal 2016 ini.

(Dari berbagai sumber)

waspada-customer-bandel-fastips.jpg

Waspada Penipuan Customer ‘Bandel”

Faspay_atFintech-Fest.jpg

​Indonesia Fintech Festival & Conference

Bagaimana Startup Menjaga Agar Cashflow Tetap Positif

Bagaimana Startup Menjaga Agar Cashflow Tetap Positif?